“Lanjutkan …….” kata siswi serempak di salah satu kelas SMP-SMA Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Antang, Makassar, merespons pertanyaan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr Fajar Riza Ul Haq MA, saat berkunjung ke sekolah tersebut, Rabu, 6 Mei 2026 siang.
Jawaban spontan siswi itu sukses membuat Wamendikdasmen Fajar Riza tersenyum semringah. Dalam kunjungan itu, Wamendikdasmen didampingi antara lain, Kepala BBGTK Sulsel Dr Arman Agung MPd dan Kadis Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman SSTP MSi.
Siswi itu menggaungkan kata LANJUTKAN, sebagai respons terhadap pertanyaan Wamen saat berdialog dengan mereka di ruang kelas tersebut. Ketika itu, Wamen Fajar Riza bertanya seputar MBG yang sementara murid nikmati, siang itu.
Dialog interaktif nan dinamis itu bermula saat Wamen mengunjungi salah satu ruangan, ketika siswi sementara menikmati santap siang Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Adakah masalah dengan makanan MBG-nya hari ini?” tanya Wamen Fajar Riza.
Pertanyaan itu membuat semua siswi di kelas itu menoleh ke arah sumber suara tersebut.
“Alhamdulillah baik. Tapi kalo bisa saya beri masukan. Biasanya porsinya kecil. Ditambah lagi,” jawab spontan siswi yang duduk berkelompok mengelilingi meja sembari menikmati makanannya.
“Apanya yang mau ditambah,” tanya Wamen lagi.
“Proteinnya pak agar generasi umat ini lebih cerdas,” jawab siswi kelas 11 tersebut.
Wamen bertanya balik, “Tambahan protein yang diinginkan itu apa?”
“Ayam, telur, tahu,” lanjut sang siswi.
“Selain porsinya ditambah, apalagi masukannya,” tanya Wamen Fajar Riza.
Wamen melanjutkan lagi pertanyaannya, “Apa masukan dari adek-adek untuk memperbaiki pelayanan jika ingin program Bapak Presiden Prabowo dilanjutkan.”
Sembari tersenyum seorang siswi minta agar menunya lebih lengkap dari biasanya. “Tambahkan buah dan susunya Pak.”
Siswa lainnya ikut menambahkan sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, dia berkata, “Nasinya juga ditambah Pak.”
Siswi lainnya menambahkan pula, “Sayurnya jangan kering seperti ini pak, agar kami tidak tersedak.”
“Apalagi masukannya, adek-adek, tanya Wamen Fajar Riza tersenyum.
“Kalau bisa tambah buah dan susu Pak. Selama ini, kalau ada susu, tidak ada buah,” kata siswi itu lagi sembari tersenyum.
Masukan Untuk Perbaikan
Kepada para siswi, Wamen Fajar Riza mengatakan, untuk perbaikan pelayanan, maka masukan anak-anak itu penting agar SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) bisa meningkatkan kualitas makanan.
Wamen Fajar Riza mengatakan, masukan dari murid itu penting agar pemerintah bisa melakukan perbaikan, khususnya terhadap SPPG. Jadi tidak ada yang salah.
Yang salah itu, menurut Wamen adalah, jika ada sedikit saja masalah, langsung diupload di media sosial sehingga berujung ribut-ribut.
Dia berpesan, sebaiknya pembenahan dilakukan di dalam. Jika ada masukan, sampaikan kepada kepala sekolah untuk diteruskan kepada SPPG agar dilakukan perbaikan pelayanan.
“SPPG itu wajib melakukan pelayanan terbaik kepada anak-anak,” tegas Wamen Fajar Riza mengingatkan.
Menjelang meninggalkan ruangan itu, Wamen Fajar Riza bertanya lagi, “Apa program MBG ini sebaiknya dilanjutkan atau dihentikan saja dulu?”
Siswi berharap program MBG tetap berlanjut. Mereka menyebut, program tersebut sangat membantu. Salah satunya, uang jajan bisa ditabung untuk selanjutnya digunakan sebagai biaya kuliah.
Buatkan Testimoni
Sebelum berpisah, Wamen Fajar Riza minta murid-murid itu tetap semangat dan memberi testimoni yang baik karena di media sosial banyak informasi yang menyudutkan program tersebut.
Bahkan, di media sosial ada yang minta agar program MBG dihentikan saja.
“Nanti saya sampaikan kepada Bapak Presiden. Adik-adik mau nggak masukannya sampai kepada Bapak Presiden,” tanya Wamen.
“Caranya, buat video testimoni bikin di media sosial. Atau sampaikan ke saya untuk saya sampaikan kepada Bapak Presiden,” kata Wamen Fajar Riza. ***
*) Muhammad Rusdy Embas, Pemimpin Redaksi MAKASSARCHANNEL.COM













