Unggahan Kamala itu berisi cuplikan video masa-masa pemerintahan Biden-Harris saat menduduki kekuasaan tertinggi di Gedung Putih.
“Sebagai orang Amerika, kami percaya pada kebebasan dan kemerdekaan-dan kami percaya bahwa demokrasi kita hanya akan diperkuat oleh keinginan kami untuk memperjuangkannya,” tulis Kamala.
“Itu sebabnya, Joe Biden dan saya kembali mencalonkan diri untuk pemilu,” tambahnya.
Dalam catatan MAKASSARCHANNEL, Joe Biden adalah presiden tertua sepanjang sejarah Amerika. Ia bakal berusia 86 tahun di akhir masa jabatan periode kedua, apabila kembali terpilih dalam pilpres mendatang.
Baca Juga :
AS – Cina Debat Seru Di Sidang WTO
Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos, Minggu (16/4/2023), Biden hanya mendapat skor 39 persen dukungan dari warga Amerika.
Survei itu dibuat sejak 21 Januari 2021 hingga 16 April 2023, dengan terus mengalami pembaruan setiap bulan.
Dukungan pencalonan kembali untuk Biden pun sebenarnya tak berjalan mulus. Sekitar 45 persen perwakilan Partai Demokrat menilai Biden tidak boleh mencalonkan diri lagi pada pilpres 2024, sementara 48 persen lainnya mendukung sang presiden maju kembali.
Biden diperkirakan bertemu dengan penggalang dana sukarelawan terkemuka yang pernah menyokong kampanye terakhirnya. Mereka bakal menjadi kunci atas Pemilihan Presiden AS 2024, yang diduga akan menelan anggaran besar dan mahal.
Berbeda dengan kampanye 2020 yang dilakukan secara virtual karena pandemi, kampanye 2024 bakal mewajibkan capres melakukan lawatan ke beberapa negara bagian utama yang tersebar di seluruh negeri, dari Arizona hingga Pennsylvania. (bas/rts)













