“Jahidin selalu pakai sepatu laras. Jadi kelihatan memang sejak awal seperti ada keinginan jadi tentara,” katanya.
Meski sudah 30 tahun mengabdi sebagai ASN, Ramli Umar mengaku masih semangat.
Barikutnya, A Haris Muin Bantaeng. Hampr 30 tahun mengabdi. Sudah pimpin tiga sekolah di kabupaten itu sejak masuk tahun 2088.
Ambo Saeni masih ingat detail jejaknya semasa di SMA. Dia kelas sore, kemudian terakhir di kelas 3 IPA3 sampai tamat.
Berita Terkait :
Aroma Pilkada di Reuni SMAN 1 Bulukumba
Sambil tersenyum, dia mengenang perilaku seorang teman yang sering ngintip tetangga kelas dari balik dinding pembatas kelas yang kala itu masih menggunakan bilah papan yang bisa dibuka pasang.
Selanjutnya, Hasmiati yang bermukim di Kalibata Jakarta. Selama 38 tahun berpisah setelah SMA. Karena kurang beruntung masuk Unhas, pendidikan dilanjutkan Teknik Sipil UMI. Lanjut bekerja sebagai konsultan pengawasan jalan. Kemudian ikut seleksi penerimaan pegawai
di Departmen Transmigirasi dan lolos. Dia sudah 26 tahun bekerja di Jakarta dan telah menyiapkan agenda yang bakal dilakukan saat pensiun.
Capt Dodi Junari di Cibubur Jakarta. Selain bercerita tentang kesehatan dengan produk Multy MAX andalannya, dia juga berkisah tentang profesinya sebagai penerbang.













