BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus PWI Sulsel, JPU Pastikan Kasasi

×

Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus PWI Sulsel, JPU Pastikan Kasasi

Sebarkan artikel ini

Suasana lanjutan sidang kasus dugaan penyewaan Gedung PWI Sulsel yang menempatkan mantan Ketua PWI Cabang Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, sebagai terdakwa, Kamis (1/8/2019), di Pengadilan Negeri Makassar. Majelis hakim dalam putusannya membebaskan terdakwa dari semua tuntutan. (Foto : Said Welikin/MAKASSARCHANNELCOM).

MAKASSARCHANNEL.COM – Lanjutan sidang kasus dugaan penyewaan Gedung PWI Sulsel yang menempatkan mantan Ketua PWI Cabang Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, sebagai terdakwa, Kamis (1/8/2019) sore, berlangsung tidak seperti sidang-sidang sebelumnya.

Sebelum majelis hakim sidang bernomor :17/Pid sus/Ppk /2019/PN Makassar memasuki Ruang Sidang Bagir Manan Pengadilan Negeri Makassar, ruangan sudah disesaki pengunjung. Banyak di antara mereka harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.

Jelang salat Magrib, Ketua Majelis Hakim, Widiyarso, dengan anggota Ibrahim Palino dan Abdul Rahim Saije memasuki ruang sidang. Agendanya, pembacaan putusan kasus penyewaan Gedung PWI Sulsel.

Dalam putusannya, majelis hakim menyampaikan beberapa pertimbangan. Pertama, sesuai fakta persidangan penyewaan aset Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan yang terletak di Jl AP Petarani 31 Makassar atau dikenal dengan gedung PWI sudah berlangsung, lama sebelum terdakwa menjadi Ketua PWI Cabang Sulsel.

Baca Juga :
Hakim Militer di Makassar Diberhentikan, Ini Penyebabnya

Kedua, selama proses sewa-menyewa, Pemprov Sulsel sebagai pemilik aset tidak pernah secara lisan maupun tertulis menegur terdakwa.

Ketiga, tidak gratis pemanfaatan Gedung PWI Sulsel ini, karena jauh sebelum ruislag (tukar guling) antara Pemprov Sulsel dengan CV Sari Jati, sewaktu PWI Sulsel masih berkantor di Gedung Gelora Pantai yang kemudian berganti nama menjadi Balai Wartawan di Jl Pengihibur No 1 Makassar, terlebih dahulu PWI Sulsel membayar Rp 5 juta kepada Bank Pembangunan Daerah Sulsel sebagai ganti rugi hak pakai.

Baca Juga  SYL Irit Bicara

Selanjutnya, Widiyarso dalam amar putusannya menegaskan, “Dakwaan primair maupun dakwaan subdair tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Dengan demikian, terdakwa Zulkifli Gani Ottoh, dibebaskan dari semua tuntutan.”

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….