BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus PWI Sulsel, JPU Pastikan Kasasi

×

Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus PWI Sulsel, JPU Pastikan Kasasi

Sebarkan artikel ini

Putusan majelis hakim itu direspon dengan sujud syukur Zugito, sapaan akrab Zulkifli Gani Ottoh. Simpatisannya pun yang memadatai ruang sidang sejak sore hari, menyambut gegap gempita putusan tersebut.

Terkait putusan bebas Majelis Hakim terhadap terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmat, seusai sidang menyebut, “Karena perkara bebas, maka langkah hukum selanjutnya pasti kami kasasi.”

Baca Juga :
Hakim Militer di Makassar Diberhentikan, Ini Penyebabnya

Saat disinggung pertimbangan hakim soal hak pakai PWI terhadap gedung tersebut itu tidak gratis, Rahmat menegaskan, “Sesuai keterangan saksi, mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang juga ketua Pansus Ruislag, Ambas Syam yang dalam persidangan mengungkapkan bahwa asal uang Rp 5 juta yang diserahkan PWI Sulsel kepada Bank Pembangunan Daerah itu pemberian bantuan Pemerintah Sulawesi Selatan ke PWI Sulsel setelah mendapat persetujuan DPRD.”

“Kalau ingin penjelasan lebih detail terkait kelanjutan kasus ini, silakan ke Kantor Kejati, menemui Ketua Tim JPU Pak Fadjar,” kata Rahmat.

Terpisah, Burhanuddin Amin mengatakan, “Pada tahun 1968 kami anggota PWI Sulsel hanya terhitung jari, sehingga secara logika tidak mungkin mempunyai uang sebanyak Rp 5 juta.”

Burhanuddin Amin menambahkan, “Lagian, saya salah satu pelaku sejarah. Ketika itu, saya berdua dengan Arsal Alhabsi setelah menerima uang Rp 5 juta dari Gubernur Sulawesi Selatan, Mayor Jenderal Achmad Lamo langsung mengantar ke BPD Sulsel,” katanya. (kin)

Baca Juga  Puting Beliung Hancurkan 45 Rumah Warga Luwu, Pemprov Sulsel Lakukan Ini

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….