BERITA TERKINIRAGAM INFO

Gunung Dukono Meletus, 2 WNA Meninggal, 20 Pendaki Terjebak

×

Gunung Dukono Meletus, 2 WNA Meninggal, 20 Pendaki Terjebak

Sebarkan artikel ini
Gunung Dukono Meletus, 2 WNA Meninggal, 20 Pendaki di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara
Debu letusan Gunung Dukono membentuk awan hitam. (Foto: Ist)

MAKASSARCHANNEL Gunung Dukono di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi.

Dua pendaki Warga Negara Asing (WNA) dikabarkan meninggal dunia. Sementara 20 pendaki lainnya terjebak di puncak gunung. Sembilan di antaranya warga negara Singapura, sementara lainnya warga lokal setempat.

Sesuai keterangan Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlicson, dua WNA yang meninggal akibat terdampak letusan Gunung Dukono. Keduanya adalah Sahnaz dan Timo, warga negara Singapura.

Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan debu berwarna gelap bergerak ke arah utara dari ketinggian gunung 1.087 mdpl. Debu jatuh ke pemukiman penduduk di Kota Tobelo, ibukota Kabupaten Halmahera Utara.

Sedangkan Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono menejelaskan hingga menjelang Jumat siang, Tim SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri dan relawan saat ini masih bergerak menuju lokasi.

Pendaki Tidak Melapor

Bambang menjelaskan, pihaknya sudah mengeluarkan larangan untuk melakukan pendakian di Gunung Dukono, karena sudah status waspada. Larangan tersebut, kata Bambang, berlaku sejak 17 April 2026.

“Kami sudah tidak mengizinkan adanya pendakian ke kawasan kawah Gunung Dukono. Untuk saat ini pendakian ke area kawah dengan radius 4 kilometer masih ditutup,” jelas Bambang.

Karenanya, Bambang menduga para pendaki tidak melapor ke pos pemantauan. Karena itu, ia juga belum bisa memastikan jumlah rombongan yang berada di kawasan puncak hingga terdampak letusan gunung itu.

Menurut Bambang, pihaknya mendapatkan informasi terkait korban meninggal dunia dari laporan sejumlah rekan korban yang terjebak di puncak gunung.

Sementara dari Ternate, Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan pihaknya telah mengarahkan puluhan personel gabungan ke lokasi mencari para pendaki.

“Kami telah mengerahkan puluhan personel, termasuk kepolisian, untuk mencari 20 pendaki yang terjebak akibat erupsi,” kata Iwan. ***

Tinggalkan Balasan