Meski demikian, Firli tidak membantah bila KPK sempat melakukan ekspos perkara terkait divestasi Newmont. Firli mengatakan dirinya turut hadir dalam ekspos tersebut dan mempersilakan pimpinan KPK utnuk mengambil keputusan.
Firli juga mengatakan keputusan dalam ekspos itu adalah meminta audit ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Namun, BPKP disebut Firli menyarankan agar audit dimintakan ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
Baca Juga :
Mengenang BJ Habibie : Dorong Dua Profesor Nyemplung Danau Unhas
Dia kemudian mempertanyakan apa salahnya bertemu dengan TGB di lapangan tenis. Firli mengatakan dirinya diundang oleh Danrem 162/Wira Bhakti untuk bermain tenis. Dia pun menegaskan tidak membuat janji bertemu dengan TGB.
Kapolda Sumatera Selatan ini menegaskan persoalan pertemuan dengan TGB ini sudah diklarifikasi langsung lima pimpinan KPK. Dia menyebut saat itu tidak ada satu pun pimpinan KPK yang menyatakan dirinya melakukan pelanggaran, namun dia mengaku kalau diperingatkan oleh Pimpinan KPK.
“Ada dari lima pimpinan bicara Pak Saut ada, Ibu Basaria, Pak Laode, Pak Alex, Pak Agus juga. Saya sendiri menghadapi lima pimpinan tidak ada satu pun pimpinan mengatakan saya melanggar. Saya diperingatkan, iya,” ujar Firli.
Tak cuma pertemuan dengan TGB, Firli juga buka-bukaan soal pertemuan dirinya dengan salah satu ketua umum partai politik. Firli juga menyatakan pertemuan itu tak disengaja. Firli juga mengungkap pertemuannya dengan Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar di gedung KPK ketika Bahrullah dipanggil penyidik KPK.
Kini, Firli telah terpilih sebagai Ketua KPK. Selain Firli, DPR juga memilih empat Wakil Ketua KPK yaitu Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Alexander Marwata. (asa)













