BERITA TERKINIKBUPATEN BULUKUMBA

BPBD Bulukumba Distribusi Air Bersiah Kepada 8.522 Jiwa

×

BPBD Bulukumba Distribusi Air Bersiah Kepada 8.522 Jiwa

Sebarkan artikel ini
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Bulukumba distribusikan air bersih kepada 8.522 jiwa penerima manfaat
AIR BERSIH – Distribusi air bersih untuk masyarkat Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gantarang, oleh petugas BPBD Bulukumba, Rabu (4/11/2026). Selama 4 bulan 1,1 juta air bersih yang sudah didistribusi ke warga. (Foto : Dok BPBD Bulukumba)

MAKASSARCHANNEL, BULUKUMBA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Bulukumba distribusikan air bersih kepada 8.522 jiwa penerima manfaat.

Dari 8.522 jiwa penerima manfaat itu terdiri atas 2.345 Kepala Keluarga di 30 desa di 10 kecamatan mengalami kekeringan air bersih.

Selama memasuki musim kemarau, BPBD Bulukumba mencatat 1.174.080 liter air bersih yang mereka distribusikan sejak Agustus 2026 hingga November 2026.

“Dari Agustus sampai 1 November ada 1,1 juta liter air bersih telah kami distribusikan ke warga yang krisis air,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bulukumba, Abd Haris, Rabu (11/4/2026).

Dari 30 desa dan kelurahan itu menurut Haris, ada beberapa desa yang parah krisis air bersihnya.

Permintaan Air Masih Tinggi

Seperti Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang, Bukit Tinggi, Kecamatan Gantarang. Sejumlah desa di Kecamatan Ujung Loe.

Haris menyampaikan juga bahwa peringatan dini BMKG, cuaca kering, dan panas berlanjut hingga 22 November.

Meski terdapat hujan lebat pada Selasa (3/11/2026) namun hujan tersebut belum mampu mengairi sumur warga yang sudah kering selama empat bulan ini.

Haris mengungkap hingga hari ini permintaan air bersih dari masyarkat cukup tinggi.

Debit Air Turun Hingga Kering

Ia memprediksi jika kemarau bulan ini masih berlanjut maka jumlah desa masyarakatnya krisis air terus bertambah.

Terpisah Kepala Desa Benteng Palioi, Muh Syarif menyampaikan bahwa kemarau tahun ini membuat debit air turun hingga kering.

“Berbeda kemarau sebelumnya, kalau tahun ini memang debit air turun hingga kering,” katanya.

Demikian juga desa-desa lainnya juga mengalami kondisi yang sama. (ram)

Baca Juga  Ini Sekolah Kedinasan Segera Buka Pendaftaran

Tinggalkan Balasan