BERITA TERKINIEDUKASI

Ini Cara SDN Borong Hidupkan Literasi

×

Ini Cara SDN Borong Hidupkan Literasi

Sebarkan artikel ini
Begini Cara SDN Borong Hidupkan Literasi melalui Pelita atau akronim dari Pekan Literasi Anak yang berlangsung selama sepekan
Murid SDN Borong mengikuti pelatihan menulis. (Foto: Ist)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – SD Negeri Borong Makassar, menggelar Pelita atau akronim dari Pekan Literasi Anak yang berlangsung selama sepekan sebagai bagian dari program inovasi Gembira.

Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd membuka secara resmi Program Pelita. Kegiatan awal berupa kegiatan Literasi Menulis, di Perpustakaan Gerbang Ilmu, Senin (28/9/2026).

“Penguatan literasi penting bagi anak-anak sejak dini. Agar tumbuh semangat gemar membaca dan menulis, serta kreativitas dalam berkarya,” terang Andi Etty Cahyani.

Pihak SD Negeri Borong mengundang Nur Ahmad dari LISAN untuk memberikan materi. Selain itu, berbagi inspirasi dan motivasi seputar aktivitasnya sebagai jurnalis, sekaligus praktik menulis.

Kehadiran pemateri merupakan bentuk kolaborasi untuk memperkuat Gerakan Literasi Sekolah dan program inovasi Gembira (Gerakan Membaca, Bercerita, Menulis, Kriya, Kreasi).

Agenda Peita

Agenda Pelita SDN Borong berlanjut dengan Rabu Literasi yang merupakan kegiatan rutin. Kemudian aktivasi Pojok Baca di hari Kamis.

Pada hari Sabtu, dengan kegiatan kriya dan kreasi, sesuai capaian output dari inovasi Gembira.

Momen ini penting, mengingat bulan September sebagai Bulan Kegemaran Membaca Nasional.

Kegiatan Literasi Menulis juga masih dalam rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan. Literasi menulis berlanjut pada Oktober, yang merupakan Bulan Bahasa.

Kegiatan Literasi Menulis di sekolah yang berada di Jalan Borong Raya Nomor 8, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu, pesertanya murid-murid kelas 4 dan kelas 5.

Hadir Bersama Anak-anak

Hadir membersamai anak-anak, antara lain Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, Elyda Alawiah, Ketua Bunda Pustaka, Annisyah Arsyad (Bunda Al).  Selain itu guru SDN Borong, Rosmiyati, S.Pd.I, dan Bunda Aul, kemudian orangtua siswa, yang juga pengurus Bunda Pustaka.

Baca Juga  SD Negeri Borong Makassar Raih Adiwiyata Nasional 2021

Hadir pula Rusdin Tompo, penggiat Sekolah Ramah Anak, sekaligus pendiri komunitas LISAN.

“Tulisan anak-anak dalam kegiatan ini, insya Allah akan diposting di website sekolah, dan dibukukan setelah melalui proses penyuntingan,” imbuh Andi Etty Cahyani.

Materi Menulis

Pemateri Nur Ahmad cukup interaktif saat memberikan materi seputar menulis, dengan contoh-contoh sederhana.

Selain dikenal sebagai jurnalis, ia juga pernah aktif di beberapa lembaga yang fokus pada isu anak.

Nur Ahmad, antara lain pernah bekerja di Radio Bharata FM, Radio Makassar FM, Radio Delta FM, dan kini sebagai reporter di Radio Rewako FM.

Nur Ahmad kemudian menyampaikan, ada pertanyaan dasar seorang jurnalis maupun penulis, dengan rumus 5W+1H.

Pertanyaan-pertanyaan itu untuk menjawab rasa ingin tahu dan memberikan kejelasan atas apa yang kita tulis.

“Menulis itu didorong oleh rasa penasaran. Anak-anak harus berani bertanya dan berbicara. Jangan ragu, walaupun mungkin kadang salah. Berani memulai menulis, itu yang paling utama,” pesannya kepada anak-anak. ***

Tinggalkan Balasan