MAKASSARCHANNEL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami akibat gempa M 7,7 terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05:58 Wita.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Mengguncang Flores
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami pada pukul 06:00 Wita atau 2 menit setelah kejadian. BMKG kemudian menyusulkan peringatan kedua pada pukul 06:09 Wita, lalu menyusul peringatan ketiga pada pukul 08:05 Wita.
Kemudian tempat pada pukul 08:30, secara resmi BMKG menyatakan peringatan tsunami berakhir.
Hingga jam 08.07 Wita, tercatat 37 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershocks) setelah gempa utama M 7,7.
Magnitudo gempa susulan bervariasi, berkisar dari yang terkecil M 3,6 hingga yang terbesar mencapai M 6,5 atau M 6,2 pada pemutakhiran data.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan bahwa aktivitas fluktuasi tektonik ini masih berpotensi terus aktif hingga beberapa hari atau beberapa minggu ke depan. Frekuensi dan kekuatannya akan meluruh (mengecil) secara bertahap.
Korban
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi data sementara 2 orang meninggal dunia di Kabupaten Nagekeo, NTT. Seain itu 1 orang juga meninggal dunia di Maumere, Kabupaten Sikka.
Sementara dampak gempa ini mengakibatkan kerusakan fisik meluas terjadi pada rumah warga, rumah sakit, hingga fasilitas publik seperti gedung termasuk Bank NTT di Ruteng, Flores.
Warga di sejumlah area dilaporkan panik berlarian keluar rumah akibat guncangan hebat yang dirasakan. ***












