BERITA TERKINIEDUKASI

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Public Relation di SPPG

×

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Public Relation di SPPG

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Alauddin Dalami Public Relation di SPPG Kegiatan ini untuk mendalami bagaimana SPPG mengelola keluhan
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Rayhana Abdurrahim (kiri) dan Muflih Ramadhan Hamzah (kanan) bersama Kepala SPPG Bontomarannu, Zulfahmi. (Foto: Ist)

MAKASSARCHANNEL, GOWA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar melakukan kunjungan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini untuk mendalami bagaimana SPPG mengelola keluhan.

Kunjungan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Studi Kasus Public Relations. Mahasiswa secara langsung melihat bagaimana sebuah organisasi mengelola pelayanan, keluhan, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Kamis (24/9/2026) di SSPG Bontomarannu di Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Dua mahasiswa Rayhana Abdurrahim dan Muflih Ramadhan Hamzah yang yang mengunjungi SPPG tersebut, mewawancarai Kepala SPPG Bontomarannu, Zulfahmi.

Mekanisme Kerja SPPG

Melalui rilis yang dikirim ke Makassarchannel, Rayhana dan Muflih menjelaskan, meraka memperoleh penjelasan mengenai mekanisme kerja SPPG.

Mulai dari penerimaan bahan baku, tahap persiapan, pengolahan makanan, pengaturan porsi, hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.

Menurut Kepala SPPG, Zulfahmi, setiap tahapan memiliki pembagian tugas dan aturan kerja. Tujuannya untuk menjaga kualitas serta keamanan makanan sebelum sampai kepada penerima.

Perubahan Harga Bahan Baku

Dari hasil wawancara dengan Zulfahmi, salah satu kendala yang dihadapi SPPG Bontomarannu adalah perubahan harga bahan baku.

Kenaikan harga ayam, telur, sayuran, dan bahan lainnya membuat pihak SPPG perlu melakukan penyesuaian anggaran maupun menu.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak SPPG melakukan survei harga pasar secara berkala. Kemudian mengadakan rapat untuk menyusun kebutuhan operasional dalam periode berikutnya.

Keluhan dan Kritik

Selain persoalan operasional, pihak SPPG Bontomarannu juga menerima sejumlah keluhan dari penerima manfaat dan orang tua.

Keluhan itu antara lain berkaitan dengan rasa makanan (terlalu pedas atau asin). Kemudian, buah yang kurang disukai anak, hingga kebutuhan khusus bagi penerima yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Baca Juga  Cegah Penyebaran PMK, Dompet Dhuafa Gandeng Peternak Lokal

Menanggapi kondisi tersebut, pihak SPPG menyampaikan bahwa data alergi penerima manfaat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pengolahan makanan.

Pihak SPPG juga menjelaskan, kritik yang muncul melalui media atau ruang publik tetap menjadi bagian dari evaluasi.

”Kritik tidak seluruhnya kami anggap sebagai hal negatif, tetapi digunakan untuk melihat kekurangan dan memperbaiki pelayanan,” ungkap Zulfahmi.

Informasi dan Evaluasi Internal

Di sisi lain, pihak SPPG menilai informasi yang beredar di media, terutama di media sosial, perlu menyikapinya secara kritis. Hal ini agar masyarakat dapat membedakan informasi yang benar dengan informasi yang tidak sesuai fakta.

Untuk menjaga kualitas pelayanan, pihak SPPG melakukan evaluasi internal secara berkala dengan melibatkan pimpinan dapur, staf, dan relawan.

Evaluasi tersebut membahas berbagai kekurangan yang selama pelaksanaan kegiatan.

SOP

Selain evaluasi, setiap bagian dalam SPPG juga wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).

Penerapan SOP menjadi salah satu langkah pihak SPPG untuk mencegah terjadinya masalah yang dapat memengaruhi citra organisasi.

Kemudian pengawasan sejak menerima bahan baku, termasuk pemeriksaan kondisi dan suhu bahan, hingga proses pengolahan dan pendistribusian makanan.

Pengalaman dan Pembelajaran

Bagi Rayhana dan Muflih, kegiatan kunjungan dan wawancara ini, dapat menghubungkan materi di perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.

Kunjungan dan wawncara ini memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi mahasiswa untuk melihat bahwa praktik public relations tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi kepada publik.

Public relations juga mencakup bagaimana organisasi merespon keluhan, menerima kritik, melakukan evaluasi, serta mengambil langkah pencegahan. ***

Tinggalkan Balasan