BERITA TERKINIPemerintah

2.722 ASN Ajukan Pengunduran Diri, 384 Orang Sudah Resmi Tanpa Hak Pensiun

×

2.722 ASN Ajukan Pengunduran Diri, 384 Orang Sudah Resmi Tanpa Hak Pensiun

Sebarkan artikel ini
2.722 ASN Ajukan Pengunduran Diri, 384 Orang Sudah Resmi Tanpa Hak Pensiun umumnya ASN usia muda dan produktif
Ilustrasi (Makassarchannel/AI)

MAKASSARCHANNEL – Sesuai data Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga pertengahan 2026, tercatat 2.722 Aparat Sipil Negara (ASN) mengajukan pengunduran diri. Dari jumlah tersebut, 384 orang sudah resmi mundur tanpa memperoleh hak pensiun.

Jumlah yang memilih mundur tanpa hak pensiun itu terdiri atas 233 ASN dan 151 calon ASN.

Data BKN juga menunjukkan 962 orang merupakan PNS mengajukan pensiun dini. Mereka mengundurkan diri secara terhormat dan tetap mendapatkan hak pensiun, karena syarat masa pengabdian dan usia sudah terpenuhi.

Secara keseluruhan, total berkas pengunduran diri ke BKN hingga pertengahan atau semester pertama 2026 mencakup 1.197 PNS, 1.146 PPPK Paruh Waktu, 227 PPPK, dan 152 CPNS.

Jumlah ini persentasinya sangat kecil di bawah 1 persen total ASN. Namun, menjadi perhatian karena 58 persen dari pengajuan mundur merupakan ASN usia muda yang produktif 31–40 tahun dengan masa kerja di bawah 5 tahun.

Kelompok usia ini merupakan potensi produktif ASN masa depan, yang telah direkrut dan sudah menjalani berbagai pelatihan menggunakan anggaran negara.

Alasan Mengundurkan Diri

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, berbagai alasan ASN yang mengundurkan diri. Mulai dari persoalan lokasi kerja yang terlalu jauh, fokus kerja di bidang lain, faktor keluarga, hingga punya keinginan mengembangkan usaha (berwiraswasta).

Mengutip informasi PPIDbySuhu, alasan utama ASN mengundurkan diri dari kelompok usia muda, dominan adalah ketidaksesuaian penghasilan dengan beban kerja. Kemudian masalah lokasi penempatan yang terlalu jauh dari keluarga.

Banyak ASN muda merasa beban kerja dan tanggung jawab di lapangan jauh lebih berat. Kenyataan ini tidak sesuai ekspektasi kesejahteraan yang mereka bayangkan saat mendaftar ASN. ***

Baca Juga  Bupati Maros Chaidir Syam Sebut Kadis Pendidikan Teledor

Tinggalkan Balasan