MAKASSARCHANNEL, JAKARTA – Tiga murid SMPN 3 Sinjai tampil di forum nasional presentasikan inovasi AI di Kantor Google Indonesia.
Murid SMPN 3 Sinjai menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam ajang Indonesia Leader Series 2026, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dalam kegiatan itu, dua murid tampil sebagai pembicara, satu memperkenalkan berbagai inovasi sekolah melalui booth pameran.
Dua siswa, A Citra Naqiyyah Salsabilla dan Andi Zulfan Zahir Marzuki, tampil percaya diri mempresentasikan Hemat Quest.
Aplikasi Edukasi Keuangan
Aplikasi edukasi keuangan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI) yang mereka kembangkan untuk membantu pelajar memahami pengelolaan keuangan secara interaktif dan menyenangkan.
Di hadapan pemimpin sekolah, praktisi pendidikan, komunitas teknologi, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mereka memaparkan proses kelahiran inovasinya.
Mulai dari identifikasi permasalahan hingga pemanfaatan teknologi AI sebagai solusi edukasi finansial untuk pelajar melalui App Hemat Quest yang mereka kembangkan.
Penampilan mereka mendapat apresiasi karena mampu menunjukkan kreativitas dan potensi pelajar Indonesia dalam mengembangkan teknologi yang berdampak bagi dunia pendidikan.
Pameran Inovasi Pendidikan
Selain menjadi pembicara, SMPN 3 Sinjai berpartisipasi juga dalam pameran inovasi pendidikan.
Booth SMPN 3 Sinjai menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung yang ingin mengetahui berbagai praktik baik transformasi pembelajaran digital di sekolah tersebut.
Beragam inovasi dan program unggulan di pameran yang St Almirah Palibangi itu mendapat respons positif dari peserta maupun tamu undangan.
Keikutsertaan SMPN 3 Sinjai dalam Indonesia Leader Series 2026 merupakan tindak lanjut dari keberhasilan Tim Padaelo Squad meraih Juara I Lomba AI Tingkat Nasional Kategori Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) pada ajang Gemini Holiday Camp.
Prestasi tersebut membuka kesempatan bagi sekolah untuk berbagi pengalaman dan praktik baik di forum pendidikan nasional.
Semangat Kolaborasi
Tim Padaelo Squad beranggotakan A Citra Naqiyyah Salsabilla, Andi Zulfan Zahir Marzuki, Asrullah, Muh Faiz Ardiansyah, dan Zalwa Nadisa, dengan pendampingan guru pembimbing Yudi Arianto.
Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi mampu melahirkan karya yang mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kepala UPTD SMP Negeri 3 Sinjai, Bahtiar B, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas keberhasilan para siswanya tampil di forum bergengsi tersebut.
“Kesempatan berbicara di Kantor Google Indonesia merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik kami,” kata Bahtiar.
Mereka, lanjut Bahtiar, tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga membawa nama Kabupaten Sinjai di panggung nasional.
Bahtiar mengatakan, “Kami berharap pengalaman ini semakin memotivasi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berinovasi, dan percaya diri menghadapi tantangan masa depan.”
Transformasi Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, turut mengapresiasi capaian SMPN 3 Sinjai di forum nasional.
Menurut Irwan Suaib, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan yang terus didorong di Sinjai telah melahirkan generasi yang mampu bersaing di era digital.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para siswa, guru pembimbing, kepala sekolah, serta seluruh warga sekolah atas capaian luar biasa ini. Penampilan mereka di Kantor Google Indonesia menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sinjai sekaligus membuktikan bahwa peserta didik dari daerah memiliki kemampuan untuk berkompetisi, berinovasi, dan menginspirasi di tingkat nasional,” kata Irwan.
Tonggak Penting
Keikutsertaan SMPN 3 Sinjai dalam Indonesia Leader Series 2026 menjadi tonggak penting bagi perjalanan pendidikan Kabupaten Sinjai.
Dari sebuah sekolah di Kecamatan Sinjai Barat, lahir karya dan inovasi yang mampu menarik perhatian di tingkat nasional.
Momentum tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan budaya inovasi, memperkuat literasi digital, serta memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari transformasi pembelajaran.
Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang bagi pelajar untuk berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (ran)












