BERITA TERKINIEDUKASI

Sinergi LAN Dan DPR RI Perkuat Reformasi Birokrasi Nasional

×

Sinergi LAN Dan DPR RI Perkuat Reformasi Birokrasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Sinergi Lembaga Administrasi Negara atau LAN dengan DPR RI perkuat reformasi birokrasi nasional. Salah satu wujud sinergi tersebut, Komisi II DPR RI berkunjungke Politeknik STIA LAN Makassar, Rabu (22/7/2026)
DIALOG HANGAT - Ketua Komisi II DPR RI dan Kepala LAN RI menyapa mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar. Dialog hangat dengan mahasiswa dalam rangka kunjungan kerja DPR RI tersebut menguatkan semangat belajar dan pengembangan kompetensi. (Foto : Dok Humas Pusjar SKMP LAN RI Makassar).

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Sinergi Lembaga Administrasi Negara atau LAN dengan DPR RI perkuat reformasi birokrasi nasional.

Salah satu wujud sinergi tersebut, Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Politeknik STIA LAN Makassar, Rabu (22/7/2026).

Kunjungan itu dalam rangka pengawasan terhadap penyelenggaraan sekolah kedinasan sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia aparatur di lingkungan kementerian dan lembaga.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Indonesia–Prancis Politeknik STIA LAN Makassar tersebut menjadi forum strategis untuk menghimpun berbagai masukan mengenai arah pengembangan pendidikan kedinasan nasional.

Humas Pusjar SKMP LAN RI Makassar, Adekamwa, melalui rilis menyampaikan, sebelum memasuki ruang pertemuan, Ketua Komisi II DPR RI bersama rombongan meninjau Perpustakaan-Prof. Makmur.

Di momen itu, rombongan berdialog dengan mahasiswa yang sedang memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai ruang belajar dan pengembangan kompetensi akademik.

Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam sambutannya, Ketua Komisi II DPR RI Dr Muh Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap mitra kerja di bidang pemerintahan dalam negeri, reformasi birokrasi, dan pemberdayaan aparatur negara.

“Kami datang untuk memastikan Politeknik STIA LAN Makassar mampu menjalankan fungsi pendidikannya sekaligus memperkuat nilai vokasional yang menjadi pembeda dengan perguruan tinggi lainnya,” kata Dr Rifqinizamy

Dia melanjutkan, “Lulusan Politeknik STIA LAN harus memiliki kompetensi praktis dalam tata kelola pemerintahan dan birokrasi yang tidak diperoleh di perguruan tinggi umum.”

Ketua Komisi II DPR RI itu meluruskan pemahaman publik terkait indikator kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Diskursus Publik Ketua LAN RI

Rifqinizamy juga mengapresiasi respons Kepala LAN RI, Dr Muhammad Taufiq, terhadap diskursus publik yang berkembang.

Menurutnya, tanggapan yang disampaikan Kepala LAN RI menunjukkan pentingnya komunikasi publik yang edukatif dalam membangun pemahaman bersama mengenai reformasi birokrasi.

Baca Juga  Anak Panti Asuhan Maros Sambut Kunjungan Alumni IPA9-10 SMANSA '82

“Kepala LAN membalas video saya yang sempat viral dengan sebuah nasihat yang sangat menyejukkan. Bahkan ditulis hingga dua lembar. Saya mengapresiasi cara beliau membangun komunikasi yang substantif dan konstruktif.”

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga di bawah lingkup pengawasan Komisi II DPR RI, termasuk LAN, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Desa.

Sinergi tersebut bakal menghasilkan program pengembangan kompetensi aparatur yang saling terintegrasi, mulai dari pendidikan formal, pelatihan vokasi, hingga penguatan kapasitas aparatur di daerah, terutama bagi pemerintah desa, kecamatan, dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Dia bagian akhir paparannya, Ketua Komisi II DPR RI menegaskan bahwa langkah-langkah konkret yang dilakukan secara konsisten, akan menjadi dasar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis merit serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Transformasi Pendidikan Kedinasan Perkuat SDM Aparatur

Sementara itu, Kepala LAN RI, Dr Muhammad Taufiq DEA, menegaskan bahwa transformasi pendidikan kedinasan harus diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan birokrasi modern.

Menurut Dr Taufiq, Politeknik STIA LAN merupakan bagian dari perjalanan panjang pengembangan pendidikan aparatur di Indonesia yang telah dimulai sejak pembentukan Perguruan Tinggi Dinas Ilmu Administrasi Negara (PTDIAN) pada 1960.

Kemudian berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) LAN, hingga bertransformasi menjadi Politeknik STIA LAN pada 2021 sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan pendidikan tinggi nasional.

“Kami terus melakukan transformasi, baik melalui penguatan kurikulum yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital maupun pembentukan karakter aparatur yang berintegritas, kata Dr Taufiq, dikutip dari catatan Tim Humas Pusjar SKMP LAN RI Makassar.

Baca Juga  Heboh !!! Ketua DPP Partai Demokrat Serang SBY dan Hinca Panjaitan

Dia melanjutkan, “Inilah yang menjadi ciri khas Politeknik STIA LAN sebagai perguruan tinggi kedinasan yang menyiapkan SDM aparatur profesional untuk menjawab tantangan birokrasi masa depan.”

Dr Taufiq berharap dukungan Komisi II DPR RI terhadap pengembangan Politeknik STIA LAN terus diperkuat agar institusi tersebut mampu menjalankan perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi aparatur, khususnya bagi wilayah Indonesia Timur.

Dr Taufiq menegaskan, “Penguatan sumber daya manusia aparatur tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi antara DPR RI, kementerian, lembaga, dan institusi pendidikan kedinasan menjadi landasan untuk membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.”

Politeknik STIA LAN Perkuat Pendidikan Vokasi Aparatur

Direktur Politeknik STIA LAN Makassar, Dr Sulaeman Fattah, memaparkan perkembangan institusi serta arah transformasi pendidikan yang tengah berjalan.

Ia menjelaskan bahwa Politeknik STIA LAN Makassar terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi kedinasan yang berorientasi pada kebutuhan birokrasi modern melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menurut Dr. Sulaeman Fattah, kampus ini mengembangkan pendidikan vokasi terapan melalui Program Studi Administrasi Negara, Administrasi Bisnis, Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, dan Administrasi Pembangunan Nasional.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, Politeknik STIA LAN Makassar membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional, kepemimpinan, dan etika pelayanan publik yang selaras dengan kebutuhan birokrasi serta tantangan pembangunan di masa depan.

Rangkaian kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Politeknik STIA LAN Makassar menegaskan komitmen bersama antara DPR RI, Lembaga Administrasi Negara, Badan Kepegawaian Negara, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, kementerian terkait, dan sivitas akademika dalam memperkuat ekosistem pengembangan sumber daya manusia aparatur.

Baca Juga  Sinjai Tanam 3.335 Pohon

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya birokrasi yang profesional, adaptif, berbasis merit, serta siap mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif menuju Indonesia Emas 2045.

Forum Strategis Perkuat Kolaborasi Antar-Lembaga

Hadir mendampingi Ketua Komisi II DPR RI Dr Muh Rifqinizamy Karsayuda dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr Taufan Pawe dan rombongan anggota Komisi II. Mereka diterima oleh Kepala LAN RI Dr Muhammad Taufiq DEA.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sestama LAN RI Dr Andi Taufik, Dir Politeknik STIA LAN Makassar Dr Sulaeman Fattah, Kabag Umum Pusjar SKMP LAN Zulchaidir SSos, MPA.

Hadir pula Dirjen Kementerian Desa Dr La Ode Ahmad, Ka Biro Admin & Keuangan IPDN Budi Arwan SSTP, MSi, serta jajaran Badan Kepegawaian Negara yang terdiri atas Deputi BKN dan Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar.

Terlihat juga perwakilan Ikatan Alumni Politeknik STIA LAN Makassar, di antaranya Dr Amson Padolo, yang saat ini menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan.

Kehadiran para pemangku kepentingan dari unsur legislatif, kementerian, lembaga, dan alumni memperkuat dialog lintas sektor mengenai arah pengembangan pendidikan kedinasan dan peningkatan kualitas aparatur sipil negara.

Dari lingkungan akademik Politeknik STIA LAN Makassar, hadir para-Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi, serta seluruh dosen.

Diskusi berlangsung dalam kerangka ruang lingkup pengawasan Komisi II DPR RI yang meliputi urusan pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, pertanahan dan reformasi agraria, serta pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Pertemuan tersebut menjadi wadah pertukaran pandangan mengenai penguatan tata kelola sekolah kedinasan, peningkatan legitimasi pendidikan aparatur, serta pengembangan kompetensi ASN yang adaptif terhadap kebutuhan birokrasi masa depan. ***

Tinggalkan Balasan