MAKASSARCHANNEL – Selain menjadi juara Piala Dunia 2026, Spanyol juga meraih tiga penghargaan yakni pemain terbaik, pemain muda terbaik, dan kiper terbaik. Tiga pemain La Furia Roja berhasil memboyong tiga penghargaan bergengsi.
Ketiga penghargaan itu masing-masing pemain terbaik (golden ball) untuk Rodri (Rodrigo Hernandez). Kemudian Pau Cubarsi meraih pemain muda terbaik (FIFA Young Player Award). Sedangkan Unai Simon menerima penghargaan kiper terbaik (golden glove).
Baca Juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Rodri
Rodri bermain sebagai gelandang bertahan di Timnas Spanyo di Piala Dunia 2026. Pemain kelahiran Madrid berusia 30 tahun ini menjadi motor penggerak dan pengatur suplai bola dari lini tengah ke depan.
Di Piala Dunia kali ini, pemain Manchester City ini menjadi skuad dengan jumlah operan tertinggi yakni 655 operan dengan akurasi mencapai 94 persen.
Baca Juga: Pemain Spanyol Borong Penghargaan Individu
Rodri dijuluki sebagai The Compass (kompas) karena kemampuannya menghalau serangan lawan, mengontrol situasi yang kecau, dan mendikte tempo permainan.
Pau Cubarsi
Cubarsi baru berusia 19 tahun. Namun, Pau Cubarsi Paredes sudah mampu mengemban tugas berat sebagai bek tengah.
Menjadi benteng pengokoh lini belakang Spanyol, Cubarsi tampil tenang, dewasa, laiknya pemain senior yang sudah kenyang pengalaman.
Baca Juga: Hujan Gol, Tiga Singa Juara Tiga
Di Piala Dunia 2026, pemain Barcelona ini sukses mematikan pergerakan penyerang Cristiano Ronaldo di babak 16 besar dan Kylian Mbappe di semifinal. Selain itu mampu membatasi ruang gerak Lionel Messi di partai final.
Unai Simon
Penjaga gawang utama Timnas Spanyol berusia 29 tahun ini selalu tampil tenang, terutama menghadapi situasi satu lawan satu di kotak penalti. Unai Simon juga sesekali menyapu bola dengan bersih di luar area penalti.
Kiper Athletic Bilbao ini mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026 dengan mencetak rekor tanpa kebobolan selama 649 menit berturut-turut.
Dari 8 pertandingan hingga final, kiper dengan tinggi badan 190 cm ini mencatatkan 7 kali tidak kebobolan (clean sheet). Hanya kemasukan satu gol saat melawan Belgia di perempat final. ***












