MAKASSARCHANNEL, SUNGUMINASA GOWA – Bupati Gowa Husniah Talenrang bakal hadiri peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia).
Peletakan batu pertama akan berlangsung, Ahad (28/6/2026) di Dusun Datarang, Kelurahan Tamaona, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa.
“Informasi yang kami terima, ibu bupati siap hadir. Begitu pula Kakankemenag Gowa, juga telah menyatakan kesiapannya,” kata Sekretaris Parmusi Sulsel, Drs Syamsuddin MSi yang juga ketua panitia pelaksana.
Merintis Pesantren
Sebagai informasi, inilah pesantren pertama di luar Jawa yang didirikan Parmusi, sejak dideklarasikan pada 17 Agustus 1967.
Parmusi kemudian berubah menjadi parpol pada 20 Februari 1968. Lalu, 4 Oktober 2016, organisasi ini resmi mengusung visi misinya dengan berpijak pada empat pilar, yakni Keimanan dan Ketaqwaan, dakwah, sosial, ekonomi dan pendidikan.
Parmusi yang banyak bergerak dalam dakwah ilallah dengan konsep yang diusung bernama Desa Madani, bergerak ke seluruh pelosok desa terpencil dan terluar perbatasan.
Dari sini pula lahir kegelisahan yang terus menerpa, bagaimana Parmusi memiliki lembaga pendidikan pesantren yang lokasinya sejuk, jauh dari keramaian kota serta menjadi pusat kebudayaan, peradaban dan wisata religi.
Gagasan Ketua Bergayung Sambut
Awal mula rencana pembangunan Pondok Pesantren Madani Parmusi, dari gagasan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Parmusi Sulsel, Dr Abu Bakar Wasahua SH MH, saat Parmusi menggelar kegiatan sosial, keagamaan dan ekonomi, di Tamaona.
Kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Parmusi Tombolo Pao Drs Abdul Rahman L MSi, Abu Bakar bertanya, siapa kira-kira yang memiliki lahan untuk diwakafkan menjadi pesantren?
Pertanyaan Abu Bakar mendapat respon positif dari Abdul Rahman, sebagai tokoh masyarakat yang dikenal gigih mendedikasikan dirinya untuk kemajuan pendidikan, sosial dan keagamaan.
“Ada saya punya tanah, itu bisa kita gunakan. Kalau perlu, janganki dulu pulang ke Makassar, sebelum kita lihat lokasinya, ” kata Abdul Rahman meyakinkan lokasi tanahnya sangat strategis.
Lokasi tersebut berbatasan dengan Kabupaten Sinjai di bagian Timur, Kabupaten Bulukumba di sebelah selatan, Kabupaten Bone di sebelah utara, dan Kecamatan Tinggi Moncong di sebelah Barat.
Maka rombongan yang telah melakukan kegiatan sosial keagamaan dan ekonomi itu, beranjak ke lokasi dimaksud, meskipun sudah siap balik ke Makassar. Momen itu tercatat pada 23-24 Januari 2026.
Lima bulan mengerjakan rencana pembangunan Ponpes ini, mulai dari administrasi akta wakaf dan proses ikrar wakaf dilaksanakan di kediaman Abdul Rahman yang berlangsung penuh haru, tanggal 28 Maret 2026.
Setelah soal akta wakaf di Makassar selesai, diurus pula administrasi Yayasan Insan Madani Parmusi Nusantara yang diketuai Prof Dr Mardi Adi Armin M Hum, salah seorang Guru Besar Universitas Hasanuddin.
Lima bulan mengutui urusan Ponpes, terasa tidak ada hambatan berarti, termasuk ketika melakukan audiens dengan Kakankemenag Gowa, Jamaris S Ag MH dan audiensi dengan Bupati Gowa yang diwakili Sekda. Semua merespon positif rencana mulia ini.
Lima bulan bekerja, kini tibalah waktu yang dinantikan, prosesi peletakan batu pertama pada Ahad 28 Juni 2026 yang akan dihadiri langsung orang nomor wahid di pemerintahan Kabupaten Gowa.
Sebagai Ponpes pertama, maka peletakan batu pertama akan dihadiri pula Ketua Umum Pimpinan Pusat Parmusi, Dr Drs Ali Amran Tanjung SH MHum bersama Sekjen KH Tairman Elon SH MH, dan dua pengurus harian DPP.
Abu Bakar Wasahua berharap, kehadiran pesantren Parmusi, menjadi tumpuan harapan bagi pengembangan keagamaan, akhlak, kemampuan menghafal Alquran, bercakap bahasa Inggris dan Arab yang memiliki magnet kuat, tidak saja bagi masyarakat Tombolo Pao dan Pemerintah Kabupaten Gowa, tetapi seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke. ***













