MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Bupati Sinjai Ratnawati Arif mencanangkan dan melepas petugas Sensus Ekonomi untuk melakukan pencataan ekonomi Sinjai secara menyeluruh.
Pelepasan petugas sensus ini menjadi penanda dimulainya pendataan ekonomi secara menyeluruh yang akan menyasar pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Sinjai.
Itu merupakan salah satu upaya menghadirkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas di Kabupaten Sinjai resmi dimulai.
Ratnawati Arif, mencanangkan dan melepas petugas Sensus Ekonomi 2026 itu di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Jumat (12/6/2026).
Sebanyak 326 petugas sensus diterjunkan untuk memastikan data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di lapangan.
Momentum Strategis
Bupati Sinjai Ratnawati Arif menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan biasa, melainkan momentum strategis untuk memotret seluruh aktivitas ekonomi masyarakat secara utuh sebagai bagian dari program nasional.
“Sensus Ekonomi 2026 adalah momen penting untuk mengetahui kondisi dan perkembangan ekonomi daerah secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan,” katanya.
Bupati juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta menjaga integritas dan kerahasiaan data responden.
“Kepada para petugas, saya berharap dapat bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta merahasiakan seluruh data yang diperoleh dari masyarakat,” kata Bupati Ratnawati.
Edukasi Warga
Tak hanya itu, Ratnawati juga meminta para camat di seluruh wilayah Kabupaten Sinjai untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus dengan mengedukasi masyarakat agar bersedia memberikan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sinjai, Syamsuddin, melaporkan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah awal dalam menghadirkan data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan dapat dipercaya.
Menurutnya, hasil sensus tidak hanya menjadi kebutuhan pemerintah dalam menyusun kebijakan, tetapi juga bermanfaat bagi pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas.
“Data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi rujukan penting dalam menggali potensi daerah serta menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Syamsuddin.
Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus dilakukan melalui metode pendataan langsung atau door to door guna memastikan informasi yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Mitra Kerja BPS
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, BPS Sinjai melibatkan 326 petugas sensus yang merupakan mitra kerja BPS.
Rinciannya, 286 petugas pencacah lapangan dan 40 petugas pemeriksa lapangan yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sinjai.
Hadir dalam kegiatan Wakil Ketua II DPRD Sinjai Sabir, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Sinjai Andi Jefrianto Asapa, para asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, serta para camat se-Kabupaten Sinjai. (ran)













