MAKASSARCHANNEL – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomitmen mengusut tuntas kasus penyiraman air keras Orang Tak Dikenal (OTK) kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Kapolri mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi atensi khusus soal penuntasan kasus tersebut.
“Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan,” kata Listyo Sigit kepada wartawan di Stasiun Gubeng, Surabaya, Minggu (15/3).
Baca Juga: Polisi Periksa 2 Saksi, Luka Bakar Andrie Yunus 24 Persen
Kapolri memastikan, pengusutan perkara ini akan berlangsung secara scientific crime investigation (investigasi menggunakan pendekatan ilmiah).
Menurut Kapolri, kepolisian sementara melakukan proses pengumpulan alat bukti dan keterangan saksi masih.
“Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu,” kata Listyo.
Perlindungan Darurat LPSK
Sementara Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan darurat kepada Wakil koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
“Perlindungan darurat ini bertujuan memberikan rasa aman kepada korban sesaat setelah terjadinya tindak pidana,” kata Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, di Jakarta, Minggu (15/3).
Menurut Sri, ayah Andrie mengajukan permohonan perlindungan.
Pihak keluarga korban meminta agar perlindungan meliputi pemenuhan hak prosedural, perlindungan fisik, serta bantuan medis.
Pihak LPSK langsung melakukan langkah-langkah memastikan penanganan medis korban cepat terpenuhi.
LPSK juga, kata Sri, langsung memberikan petugas pengawal untuk perlindungan melekat kepada Andrie.
Termasuk melakukan asesmen awal guna memberikan perlindungan lanjutan.
“LPSK sudah melakukan perlindungan darurat berupa pendampingan, pengawalan melekat atau monitoring. Serta bantuan medis bagi korban selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,” jelas Sri.
Air Keras
Andrie Yunus disiram air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), Kamis (12/3/2026) malam.
Dua orang pelaku berboncengan sepeda motor menyiram air keras ke bagian depan tubuh Andrie.
Setelah itu Andrie ambruk ke jalan. “Korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya,” cerita Kooordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, Jumat (13/3/2026)
Sebelum kejadian itu, Andrie baru saja merampungkan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”
Perekaman di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis malam.
Korban yang mengendarai sepeda motor, mampir ke SPBU di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, mengisi bahan bakar, lalu melanjutkan perjalanan.
Sekitar pukul 23.37 WIB, dua orang pengendara sepeda motor matic mendekati Andrie.
Kedua orang itu menyiramkan air keras ke Andrie mengenai tubuh bagian kanan, seperti mata, wajah, dada, dan tangan.
Sebagian baju korban yang terkena cairan kimia itu langsung meleleh.
Pelaku OTK langsung kabur setelah menjatuhkan gelas berbahan stainless tempat air keras. Kedua OTK melarikan diri ke Jalan Salemba Raya.
Andrie yang tak bisa menahan rasa sakit langsung menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak minta tolong.
Warga sekitar datang menolong Andrie.***













