BERITA TERKINIKOLOM

Arsitektur Jiwa

×

Arsitektur Jiwa

Sebarkan artikel ini
Hujan deras mengguyur Kota Makassar disertai angin kencang tidak menyurutkan semangat para penulis buku Arsitektur Jiwa untuk meluncurkan karya mereka dengan cara yang berbeda

Hujan deras mengguyur Kota Makassar disertai angin kencang tidak menyurutkan semangat para penulis buku Arsitektur Jiwa untuk meluncurkan karya mereka dengan cara yang berbeda.

Di tengah cuaca yang tak bersahabat, para penulis justru memilih menjadikan momentum peluncuran buku sebagai ruang berbagi kebahagiaan Ramadan bersama anak-anak lorong.

Kegiatan launching buku Arsitektur Jiwa berlangsung di panggung utama Bazar Ramadan yang digelar oleh APINDO di pelataran Telkom Indonesia, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (7/3/2026).

Meski hujan turun tanpa henti, sepuluh penulis yang tergabung dalam buku tersebut tetap melanjutkan rangkaian acara dengan penuh semangat.

Sepuluh penulis yang terlibat dalam buku Arsitektur Jiwa adalah Asrul Sani Abu, Osy Oskar, Anas In Action, Ahmad Yusran Arief, Wanti Eldrin, Heny Suhaeny, Rahman Rumaday, Gerhanita Syam, Muliadi Halide, dan Risnawati Anwas.

Mereka tidak hanya memperkenalkan buku, tetapi juga menghadirkan kegiatan sosial berupa pembagian bingkisan Ramadan kepada 21 anak lorong binaan Komunitas Anak Pelangi (K-apel).

Momentum tersebut menjadikan peluncuran buku tidak sebatas seremoni literasi, melainkan juga bentuk kepedulian sosial. Anak-anak yang hadir tampak antusias menerima bingkisan sambil mengikuti rangkaian kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung hangat di tengah guyuran hujan.

Penanggung jawab kegiatan, Heny Suhaeny, menjelaskan bahwa panitia sebenarnya telah mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca. Karena itu, lokasi alternatif telah disiapkan sebelumnya.

“Karena melihat cuaca yang tidak menentu, kami memang sudah menyiapkan alternatif tempat. Di belakang panggung besar kebetulan ada kafe. Saat hujan semakin deras dan angin kencang, akhirnya kami memindahkan kegiatan ke sana. Bahkan spanduk acara juga sudah kami siapkan di lokasi tersebut,” ujarnya.

Peluncuran buku ini juga diisi dengan diskusi literasi yang menghadirkan sejumlah narasumber. Akademisi dari Universitas Negeri Makassar, Alimuddin Sa’ban Miru, hadir memberikan pandangan mengenai pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan karakter.

Sementara itu, Rezky Amalia Syafiin, Duta Baca 2018, menekankan bahwa buku adalah ruang perjumpaan gagasan yang mampu menggerakkan perubahan sosial.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh literasi dan pengusaha di Sulawesi Selatan, di antaranya Ketua Real Estate Indonesia Sulawesi Selatan Sudarman, Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Muh Hatta, Ketua DPP Ikatan Penulis Muslim Indonesia Muh Amir Jaya, serta Sekjen Forum Sastra Indonesia Timur Anwar Nasyaruddin.

Selain itu, hadir pula sejumlah pegiat literasi seperti Syahrir Rani, Andi Marliah, dan Andi Ruhban, serta mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

*) Rahman Rumaday, Redaktur Khusus MAKASSARCHANNEL.COM

Tinggalkan Balasan