MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar sedang memperkuat transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Pemkot rencana membangun dua perseroda yakni bidang pangan dan infrastruktur.
Untuk kesiapan perseroda pangan, Pemkot Makassar melakukan studi banding ke Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifudin dan rombongan, Kamis (31/7/2025) mengunjungi Food Station Jakarta. Mereka berdiskusi langsung dengan salah satu badan usaha milik Pemerintah DKI Jakarta itu.
Di Food Station Tjipinang Jaya, Rombongan Wali Kota Makasar diterima Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso.
Mendampingi Karyawan, direksi lainnya Julius Sutjiadi Direktur Keuangan dan Umum, Ronny Lisapaly Direktur Operasional dan Bisnis.
Wali Kota Munafri Arifuddin atau Appi menyatakan rombongan ke Food Station Tjipinang karena ada kemiripan secara geografis dengan Makassar.
Makassar sebagai kota juga minim lahan pertanian. Namun, kota ini memiliki peran sentral sebagai pusat distribusi pangan di Indonesia Timur.
“Kami ingin belajar bagaimana food station mampu menjalankan peran strategis sebagai penyangga pangan di wilayah yang penuh tantangan logistik,” tambah Appi.
Perusda Pangan Terbaik
Sementara Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso memaparkan sejarah, tantangan, dan strategi pengembangan bisnis. Food Station Tjipinang Jaya merupakan Perusahaan daerah pangan terbaik di Indonesia.
Perusahaan ini berdiri 1972, namun baru resmi menjadi BUMD tahun 2014, setelah 99,9 persen saham menjadi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Sebelum 2014, kami masih berbentuk korporasi biasa. Setelah menjadi BUMD, barulah kami melakukan pembenahan menyeluruh. Terutama dalam aspek model bisnis dan penguatan tata kelola,” papar Gunarso seperti diberitakan situs resmi Pemkot Makassar.
Awalnya, Food Station Tjipinang hanya bergantung pada pendapatan dari manajemen pasar dan penyewaan kios. Omzet yang bahkan tidak melebihi Rp 50 miliar per tahun.
Seiring waktu, pendekatan ini terbukti tidak mampu menutupi beban operasional dan kebutuhan pengembangan usaha.
Pihaknya, lalu mulai mengembangkan bisnis perdagangan pangan, khususnya beras.
“Kini sekitar 75 persen dari total omzet perusahaan berasal dari kegiatan trading beras. Kami bermitra dengan kelompok tani dari berbagai daerah, membangun ekosistem pasokan yang kuat,” ungkap Gunarso.
Kini produk Food Station Tjipinang Jaya tidak hanya tersebar Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia dengan brand sendiri.
Tenaga Profesional
Dalam rangka meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan, Food Station sejak beberapa tahun terakhir mulai merekrut tenaga profesional dari berbagai sektor swasta.
Mendapingi Wali Kota Makassar dalam studi banding ini, Sekda Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Ketua Tim Ahli Pemkot Hudli Huduri, Nurlina Zubair, Fadly Padi.
Selain itu Kaban Brida Makassar Haidil Adha, Kadisperin Makassar Evy Aprialti, Kaban Ekbang Muh Amri Maula, Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Nanang Supriyatno, dan Kaban Bapenda Makassar Andi Asminullah. ***













