BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Titiek Soeharto Tegur Bulog

×

Titiek Soeharto Tegur Bulog

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto tegur Bulog di Jogjakarta yang tak mampu serap gabah sehingga harga anjlok.

Pemilik nama lengkap Siti Hediati Hariyadi itu mengaku kecewa dengan fungsi Bulog yang tidak mampu menyerap gabah hasil panen petani sesuai HPP sebesar Rp6500 per kilogram.

Titiek heran harga gabah di Bantul anjlok hingga Rp5500 per kilogram. Padahal, HPP yang berlaku saat ini adalah sebesar Rp6500 perkilogram.

Jangan sampai, penurunan ini berdampak besar pada kerugian petani di seluruh Indonesia.

“Sangat disayangkan pada saat panen harga gabahnya turun dan ini tentunya akan merugikan petani karena harga yang ditetapkan Rp6500, tapi disini Rp5500,” ujar Titiek Soeharto.

Saat itu Titiek Soeharto meninjau jalanya panen raya bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Bantul, Rabu, (15/1/2024).

Secara tegas, Titiek meminta Bulog segera menyerap gabah petani dengan mengacu pada ketentuan harga HPP.

Kementan Sudah Beri Fasilitas

Pembelian gabah oleh Bulog mau tidak mau harus dilakukan mengingat selama ini Kementan sudah memberikan berbagai fasilitas dan bantuan mulai dari pupuk yang naik 100 persen, benih gratis hingga alat mesin pertanian (Alsintan).

“Kami dari DPR menghimbau agar Bulog segera melaksanakan fungsinya menyerap berapapun panen yang dihasilkan petani supaya kerja keras petani, dan bantuan-bantuan yang diberikan Pemerintah tidak sia-sia,” katanya.

Sementara itu, Titiek mengapresiasi kerja keras para petani dan juga respon cepat pemrintah dalam memberi bantuan sarana dan prasarana produksi sehingga rata-rata hasil panen saat ini mencapai kurang lebih 7,7 ton per hektare.

“Hari ini kita menyaksikan bahwa para kelompok tani sudah ada yang mendapat combain harvester, kemudian pupuk dan hari ini kami menyaksikan hasil panen yang cukup besar yaitu 7,7 ton perhektare,” kata Titiek.

Arahan Presiden Prabowo

Di lokasi yang sama, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan terima kasih atas perhatian besar Komisi IV DPR RI terhadap pembangunan sektor pertanian.

Terutama dalam memaksakan arahan Presiden Prabowo mengenai bantuan pupuk yang sudah merata ke seluruh Indonesia.

“Sehingga tidak ada lagi keluhan petani yang kami temukan. Yang kedua, perhatian Bapak Presiden pada normalisasi irigasi sangat luar biasa dan kita bangun dengan anggaran kurang lebih Rp12 triliun dan dikerjakan oleh kementerian PU dan seterusnya,” kata Amran. (***)

Tinggalkan Balasan