MAKASSARCHANNEL, SINJAI – Sebanyak 5.380 ekor unggas di Sinjai mati akibat virus flu burung atau Avian Influenza (AI).
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Selasa (13/10/2026), menyebutkan insiden flu burung itu menyebar di delapan kecamatan dan 27 desa/ kelurahan.
Kasus tertinggi terjadi di Sinjai Utara dengan jumlah kematian unggas sebanyak 4.624 ekor atau sekira 86 persen dari total kematian unggas di daerah tersebut.
Menyusul Sinjai Timur sebanyak 274 ekor, Sinjai Barat 147 ekor, Tellulimpoe 104 ekor, Sinjai Borong 96 ekor, Sinjai Tengah 30 ekor, Sinjai Bulupoddo 105 ekor, dan Sinjai Selatan enam ekor.
Kerahkan 127 Petugas Lapangan
Merespons insiden tersebut, Pemkab Sinjai mengerahkan 127 petugas lapangan melakukan vaksinasi, penyemprotan disinfektan, pemberian vitamin, serta komunikasi dan edukasi kepada masyarakat dan peternak.
Kepala DPKH Sinjai Syamsul Alam mengatakan, penanganan berdasarkan pemetaan wilayah ke dalam tiga zona, yakni zona merah untuk daerah tertular, zona kuning untuk daerah rawan, dan zona hijau untuk wilayah yang masih bebas dari virus.
“Hanya daerah zona hijau yang kita prioritaskan vaksinasi sebagai upaya pencegahan karena belum terkontaminasi virus flu burung,” kata Syamsul, Rabu (14/10/2026).
Penanganan Tiga Zona
Syamsul menjelaskan, setiap zona memiliki pendekatan penanganan berbeda sesuai kondisi dan tingkat risiko penyebaran virus.
Di zona merah, petugas memprioritaskan isolasi dan karantina unggas sakit, dekontaminasi, penyemprotan disinfektan, serta pemberian informasi dan edukasi kepada peternak.
Sementara itu, di zona kuning, petugas memperkuat penerapan biosekuriti untuk menekan risiko penularan ke wilayah yang masih bebas dari virus.
Adapun di zona hijau, vaksinasi jadi prioritas sebagai langkah pencegahan. Petugas juga menjalankan komunikasi, edukasi, dokumentasi, dan pelaporan kegiatan penanganan di lapangan.
Pemerintah melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah lokasi yang berisiko menjadi jalur penyebaran virus, antara lain pasar, sungai, peternakan unggas komersial, tempat penampungan sementara, tempat pemakaman umum (TPU), serta wilayah perbatasan.
Bantuan 150 Ribu Dosis
Untuk mendukung penanganan flu burung, Pemerintah Kabupaten Sinjai menerima bantuan 150 ribu dosis vaksin, disinfektan, dan alat pelindung diri (APD).
Bantuan dari Kementerian Pertanian RI melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya serta Pemprov Sulsel melalui Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros.
DPKH Sinjai terus melakukan penanganan di wilayah terdampak sekaligus memperkuat upaya pencegahan di daerah yang masih bebas dari virus.
Syamsul mengatakan langkah itu untuk menekan penyebaran flu burung, melindungi populasi unggas, serta mengurangi risiko kerugian yang peternak alami.
Tingkatkan Kewaspadaan
Sebelumnya, Bupati Sinjai Ratnawati Arif minta DPKH bersama petugas lapangan mempercepat penanganan di wilayah terdampak dan memperketat pengawasan di daerah yang masih bebas dari virus.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya peternak unggas, meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. ***












