BERITA TERKINIRAGAM INFO

Kabut Asap Masih Menyelimuti Makassar, Ini Langkah-Langkah Antisipatif

×

Kabut Asap Masih Menyelimuti Makassar, Ini Langkah-Langkah Antisipatif

Sebarkan artikel ini
Kabut Asap Masih Menyelimuti Makassar, Ini Langkah-Langkah Antisipatif berupa pembagian masker dan posko di puskesmas

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kabut asap akibat dampak kebakaran hutan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Makassar hingga Rabu (14/10/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan partikel halus PM2.5 menunjukkan tingkat polutan telah melampaui ambang batas normal, berada di rentang bahaya 55,5–150,4 µg/m³.

BMKG memprediksi kondisi selimutan kabut asap di Makassar kemungkinan baru akan mulai menurun pada 15-16 Oktober 2026.

Kepungan asap diduga sebagai kiriman dari karhutla antar-pulau ini berpadu dengan situasi kekeringan lokal membuat langit Makassar terbungkus sepanjang hari.

Pembagian Masker

Menindaklanjuti situasi ini Pemerintan Kota Makassar mengambil langkah antsipatif secara taktis.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Makassar berkolaboirasi dengan pihak swasta untuk membagi maker gratis di sekolah-sekolah.

Munafri juga memutuskan untuk mempercepat kembalinya dari forum PBB untuk para wali kota, di Jenewa, Swiss, agar dapat tiba di tanah air hari ini, Rabu (14/10).

Appi, sapaan Munafri menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk berkolaborasi menekan risiko kesehatan warga.

Posko di Puskesmas

Pemkot Makassar juga menyiapkan puskesmas-puskemas untuk menjadi posko pelayanan dampak kabut asap.

Fasilitas medis di antaranya optimalisasi Puskesmas Kassi-Kassi, Puskesmas Bara Baraya, Puskesmas Maradekayya, Puskesmas Toddopuli sebagai posko kesehatan siaga kabut asap yang beroperasi 24 jam penuh.

Seluruh posko Puskesmas telah agar dilengkapi tabung oksigen dan oksigen konsentrator untuk memberikan pelayanan darurat secara gratis.

Sementara Dinas Kesehatan Kota Makassar mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan keluhan mata perih atau kering.

Mitigasi Lapangan

Langkah antisipatif juga melalui mitigasi lapangan. Salah satu di antaranya adalah antisipasi gangguan visibilitas penerbangan di Selat Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Baca Juga  Lokakarya Sekolah Penggerak Angkatan 3 Di Beberapa Kabupaten

Sehari sebelumnya beberapa pesawat sempat tertahan di apron akibat buruknya jarak pandang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan kesiapsiagaan pengawasan posko taktis (seperti Carester BTP dan Sektor Kima).

Ini perlu untuk menghentikan segala aktivitas pembakaran sampah terbuka oleh warga.

Mengenakan Masker

Sementara Pemerintah Kota Makassar Makassar mengimbau warga menggunakan masker standar (seperti N95 atau KN95) secara rapat jika harus beraktivitas di luar rumah.

Para warga juga bisa segera melaporkan kedaruratan kabut asap atau kebakaran lahan melalui layanan Emergency Call 112.

Selain itu, masyarakat juga bisa membatasi sirkulasi udara luar ke dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela selama kabut menebal. Lalu, mengurangi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan. ***

Tinggalkan Balasan