MAKASSARCHANNEL, KALUKALUKUANG KALMAS – Panitia menetapkan 12 peserta terbaik Bimtek peningkatan kompetensi GTK di Pulau Kalukalukuang Kalmas untuk empat kategori.
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBTGK) Sulawesi Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi GTK Daerah Terpencil di Pulau Kalukalukuang, Kalmas, selama empat hari.
Kegiatan berlangsung sejak tanggal 17 sampai 20 Oktober 2026 di Kompleks Perguruan DDI Kalukalukuang, Kecamatan Liukang Masalima (Kalmas).
Ketua Tim Kerja Pembelajaran Mendalam BBGTK Sulsel, Sukimin Suhlian, mengumumkan 12 peserta terbaik untuk empat kategori dalam pelatihan tersebut.
Salah satu parameter yang panitia gunakan untuk menetapkan mereka sebagai peserta terbaik antara lain, aktif saat berdiskusi selama Bimtek berlangsung.
Panitia juga menilai mereka menunjukkan pola pikir bertumbuh.
Berikut 12 peserta terbaik untuk empat kategori:
Kategori Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah
1.Hijruddin dari SMPN 12 Liukang Kalmas
2.Anwar dari SDN 2 Marasende
3.Nurhana dari TK Tutwuri Handayani
Kategori Pelajaran Mendalam KKA Kelas A
1.Jardi dari SDN 7 Pamantauan
2.Edi Tahir dari SMAN 17 Pangkep
3.Darwan dari SMPN 1 Liukang Kalmas
Kategori Pelajaran Mendalam KKA Kelas B
1.Suparman dari SMPN 1 Kalmas
2.Sultan M dari SDN 16 Kalukalukuang
3.Wahyu D dari SMPN 13 Kalmas Barat
Kategori 7 Jurus BK Hebat
1.Mirmawati dari SMPN 3 Liukang
2.Syamsul Bahar dari SDN 18 Kalukalukuang
3.Zaenal Mubarak dari SDN 1 Dewakang Lompo
Tentang Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada pemahaman konsep secara menyeluruh, pemaknaan materi, dan kaitan ilmu dengan kehidupan nyata, bukan sekadar menghafal informasi atau rumus.
Pendekatan ini dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menciptakan proses belajar yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman.
Tiga Prinsip Utama
1.Berkesadaran (Mindful): Peserta didik sadar akan tujuan belajarnya, termotivasi secara intrinsik, serta aktif mengatur strategi belajar.
2.Bermakna (Meaningful): Peserta didik mampu merasakan relevansi materi dengan kehidupan nyata serta mengubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada.
3.Menggembirakan (Joyful): Suasana belajar dibuat positif, menantang, interaktif, dan membuat siswa merasa dihargai.
Empat Aspek Pengembangan (Holistik)
1.Olah Pikir: Mengasah penalaran kritis, analisis, dan kreativitas.
2.Olah Hati: Membangun keimanan, ketakwaan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
3.Olah Rasa: Mengembangkan kepekaan sosial, empati, dan kolaborasi.
4.Olah Raga: Menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sebagai bagian dari keseimbangan diri
Tiga Fase Pengalaman Belajar
1.Memahami: Siswa mendalami konsep dasar dari suatu materi.
2.Mengaplikasi: Siswa menerapkan pengetahuan tersebut untuk memecahkan masalah di dunia nyata.
3.Merefleksi: Siswa mengevaluasi proses berpikirnya dan mengaitkan pembelajaran dengan konteks yang lebih luas. ***












