BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Ulama FPI Bantu Polisi Halau Massa di Slipi

×

Ulama FPI Bantu Polisi Halau Massa di Slipi

Sebarkan artikel ini

Foto: dok.istimewa

MAKASSARCHANNEL.COM – Sekelompok massa melakukan kerusuhan di flyover Slipi, Jakarta Barat, pagi ini. Kapolres Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, menyampaikan massa tersebut bukan dari santri atau Front Pembela Islam (FPI).

“Ini massa dari luar daerah, bukan dari FPI. Kami bersama FPI, kami dibantu ulama,” kata Kombes Hengki, Rabu (22/5/2019), dilansir detik.com.

Hengki mengatakan sebagian besar massa adalah pendatang dari daerah. Massa datang sejak pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

“Mereka mau gabung ke Tanah Abang, kami halau,” imbuh Hengki.

Massa tidak terima ketika dihalau polisi. Massa kemudian terlibat bentrok dengan polisi.

“Petugas dilempari batu, macam-macam,” lanjut Hengki.

Saat ini massa masih bertahan di lokasi. Sejumlah polisi juga masih berjaga-jaga di lokasi. (sar)

Baca Juga  Pj Bupati Enrekang Diteror

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….