BERITA TERKINIRAGAM INFO

Tenun Lontara dan Tenun Bombang di Wastra Arajang 2025

×

Tenun Lontara dan Tenun Bombang di Wastra Arajang 2025

Sebarkan artikel ini
Tenun Lontara dan Tenun Bombang di Wastra Arajang 2025 yang dilaksanakan di Makassar selama empat hari berakhir Minggu 14 September 2025
Busana dari tenun lontara yang tampil di feshion show Wastra Arajang 2025. (Foto: Situs Pemkot Makassar)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menampilkan dua produk tenun lokal Bugis-Makassar yakni Tenun Lontara dan Tenun Bombang di ajang Wastra Arajang 2025.

Kegiatan yang menjadi wadah ekspresi budaya dari berbagai daerah di Indonesia Timur ini dilaksanakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX.

Wastra Arajang berlangsung selama empat hari, mulai 11 September dan berakhir Minggu (14/9/2026) Mall Ratu Indah Makassar.

Kegiatan ini mengusung tema “Perayaan yang Memadukan Keindahan dan Keragaman Leluhur Lewat Wastra”. Ajang ini juga menampilkan kekayaan kain tradisional atau wastra sebagai identitas dan warisan budaya.

Nilai Luhur Kain Tradisional

Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa menilai Wastra Arajang sebagai momentum penting memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sehelai kain tradisional.

“Bagi kami, acara ini merupakan jembatan antara tradisi dan modernitas. Sebagai wadah pelestarian produk wastra, tenun tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya kita,” jelas Melinda.

Mengutip situs resmi Pemkot Makassar, Melinda mengatakan kegiatan ini tidak hanya memperlihatkan keindahan kain tenun.

Kegiatan ini, katanya, juga memperlihatkan proses panjang dan penuh makna di balik pembuatan setiap lembar kain.

“Tenun tradisional bukan hanya selembar kain, tapi tentang memahami sebuah perjalanan panjang, kesabaran, dan doa yang ditenun menjadi sebuah mahakarya,” tambahnya.

Melalui keikutsertaan ini, Melinda berharap Dekranasda Makassar terus menginspirasi generasi muda mencintai kain tenun.

“Kami ingin membuktikan bahwa tenun bisa menjadi bagian dari gaya hidup modern tanpa kehilangan identitas budaya,” katanya.

Fashion Show

Wakil Ketua Harian Dekranasda Makassar, Dewi Andriani, mengungkapkan pada sesi fashion show pihaknya menampilkan Tenun Lontara dan Tenun Bombang.

Kedua kain tenun ini merepresentasikan karakter dan nilai budaya masyarakat Bugis-Makassar.

“Tenun Lontara dan Tenun Bombang menggambarkan keteguhan serta ketegaran masyarakat menghadapi dinamika kehidupan,” katanya.

Motif dua kain ini sarat makna dan mencerminkan kekuatan serta filosofi hidup orang Bugis-Makassar.

”Kami bangga bisa menampilkannya di panggung sebesar ini,” ujar Dewi.

Keterlibatan Dekranasda Makassar dalam pameran wastra juga menjadi bagian penting dalam upaya memperluas promosi produk kerajinan lokal.

Dekranasda Makassar juga memamerkan berbagai koleksi dalam booth. Menampilkan produk tenun unggulan seperti baju bodo, sarung tenun, kriya serat alam eceng gondok.

”Ada juga kriya kulit, baju lontara, tas lontara. Juga berbagai jenis souvenir thumbler, pouch dan tas lipat” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan