BERITA TERKINIEDUKASI

Sekdis Pendidikan Lutim Buka Pelatihan PM KKA

×

Sekdis Pendidikan Lutim Buka Pelatihan PM KKA

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Pendidikan Luwu Timur, Darmawan SE MM membuka pelatihan PM KKA (Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial)
KECERDASAN ARTIFISIAL - Suasana Pelatihan Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial di Aula Gedung Dinas Pendidikan Luwu Timur, Sabtu, 1 Agustus 2026. Sebanyak 314 peserta mengikuti kegiatan tersebut. (Foto : Munir/ BBGTK Sulawesi Selatan)

MAKASSARCHANNEL, MALILI LUWU TIMUR – Sekretaris Dinas atau Sekdis Pendidikan Luwu Timur, Darmawan SE MM membuka pelatihan PM KKA (Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Dinas Pendidikan Luwu Timur, Sabtu (1/8/2026) itu diikuti 314 peserta yang terbagi dalam 13 kelas.

Mereka diri dari guru dan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Program tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.

Dalam sambutannya, Darmawan mengatakan, program tahun ini difokuskan pada sekolah-sekolah yang belum mengikuti kegiatan serupa pada tahun 2025.

“Tujuan utamanya adalah pemerataan. Kita ingin informasi program pembelajaran mendalam ini sampai ke seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa pendanaan program bersumber dari dana BOS Kinerja dan BOS Reguler sesuai petunjuk teknis.

Karena menggunakan dana BOS Kinerja, lanjut Darmawan, pelaksanaannya akan diaudit secara resmi. Ia juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dan transparansi.

Pergeseran Paradigma

Hadir memberi penguatan dalam kegiatan itu, Dr Alphian dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan selaku Liaison Officer (LO) untuk Kabupaten Luwu Timur.

Ia menekankan bahwa sehebat apa pun kurikulum dirancang, penentu utamanya tetaplah guru.

“Kurikulum diibaratkan seperti hidangan; yang paling menentukan kelayakannya adalah siapa yang menyajikannya. Guru yang masuk kelas dengan senyuman, penampilan rapi, dan strategi mengajar yang segar akan membawa perubahan nyata,” jelas Alphian.

Dalam paparannya mengenai Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), Alphian menjabarkan bahwa pendidikan harus menyentuh esensi profil siswa—menguatkan keimanan, rasa cinta tanah air, kreativitas, penalaran kritis, hingga kolaborasi.

Paradigma pendidikan juga harus bergeser menjadi “saling memuliakan” antara guru dan siswa, yang dibarengi dengan penyederhanaan beban administrasi guru, seperti RPP yang cukup satu lembar asalkan implementatif.

Baca Juga  Kemendikdasmen Tugaskan Peninjau Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Alphian juga mengingatkan besarnya tanggung jawab kepala sekolah sebagai penentu arah institusi pendidikan, di mana keterbatasan dana tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi.

“Jadikan profesi guru sebagai ladang amal. Jika kepala sekolah dan guru menjalankan tugasnya dengan amanah, niscaya surga adalah balasannya,” tuturnya berpesan agar guru pantang berhenti belajar berapapun usianya.

Antusiasme Peserta

Materi dan motivasi yang diberikan berhasil memantik semangat para pendidik untuk berinovasi.

Salah satunya adalah Fatima SE MPd, seorang guru mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Luwu Timur.

Bagi Fatima, kegiatan PM KKA ini sangat krusial sebagai langkah penting untuk meningkatkan kapasitas guru, khususnya dalam mengembangkan kompetensi mengajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, saya dan rekan-rekan guru berharap bisa lebih memahami bagaimana konsep Deep Learning itu sebenarnya. Tujuan akhirnya tentu agar konsep ini bisa langsung kami implementasikan dalam proses pendidikan siswa di kelas,” kata Fatima.

Lebih lanjut, ia menekankan komitmennya bahwa ilmu yang didapatkan tidak akan berhenti pada peserta yang hadir saja.

Fatima bertekad untuk melakukan program pengimbasan sekembalinya ke sekolah. Pengetahuan dan keterampilan baru tersebut akan dibagikan agar seluruh rekan sejawatnya juga bisa merasakan manfaat dari pelatihan ini.

“Semoga ke depannya kita bisa bertemu kembali di kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi berikutnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan kita,” pungkas Fatima mensyukuri kesempatan berharga tersebut.

Kegiatan serupa berlangsung juga di seluruh kabupaten dan kota di hari yang sama. (mun)

Tinggalkan Balasan