BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Satu Jam Bawaslu Periksa Bupati Jeneponto

×

Satu Jam Bawaslu Periksa Bupati Jeneponto

Sebarkan artikel ini

Bupati Jeneponto dilapor ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran pemilu dengan memobilisasi ASN untuk ikut kampanye Capres Jokowi di Makassar dan Gowa, Minggu (31/3/2019). Namun semua tuduhan yang mengarah kedirinya dibantah bupati Jeneponto dua periode itu.

Ketua Bawaslu Jeneponto mengatakan, Iksan Iskandar dicecar 20 pertanyaan oleh Bawaslu.

Saiful menambahkan, terkait dugaan pelanggaran Pemilu yang dilaporkan, Iksan Iskandar membantah semua itu.

“Beliau membantah jika disebut telah melakukan mobilisasi ASN. Tapi itukan haknya dan Ia sudah memberi keterangan kekita. Saat ini Bawaslu sudah bergerak untuk melakukan investigasi,” kata Saiful.

Baca Juga :
Luhut Bagi-bagi Amplop ke Kyai, Ini Pembelaan GP Ansor

Dijelaskan juga bahwa Bawaslu sudah mengantongi nama-nama kepala sekolah SMP yang diduga hadir dalam pertemuan itu. Bahkan kita sudah datangi beberapa kepala sekolah untuk mintai keterangan,” tandasnya.

Saiful menjelaskan, dugaan pelanggaran Pemilu ini masih dalam tahap investigasi Bawaslu Jeneponto dan Ia masih tetap mencari fakta-fakta di lapangan.
Sementara itu Bupati Jeneponto Iksan Iskandar setelah diperiksa Bawaslu mengatakan tidak pernah melakukan mobilisasi ASN.

“Saya kira kalian sudah tahu, saya dipanggil Bawaslu untuk menjawab tuduhan yang diberikan kepada saya bahwa telah melakukan mobilisasi ASN,” kata Iksan.

“Tidak benar itu saya tidak pernah memobilisasi aparatur sipil negara bahkan kepala sekolah,” tutupnya. (wan)

Baca Juga  UNM Buka Prodi Kedokteran

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….