“Motivasi petani mengembangkan ternak sapi karena sapi potong adalah investasi yang cukup menjanjikan masyarakat. Dengan usaha sapi potong tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Sinjai,” katanya.
Menurut Mappamancu, sebagian masyarakat menggunakan hasil jualan sapinya membangun rumah, membiayai pendidikan anak hingga menikahkan anak.
Berita Terkait :
Rokok Ilegal Beredar Di Pasar, Satpol PP Sinjai Lakukan Ini
Selain mengembangkan sapi potong secara alami, lanjut Mappamancu, petani ternak sudah mulai menggunakan bantuan teknologi pengembangan sapi dengan inseminasi buatan, sehingga bobot bibit sapi potong bernilai ekonomi tinggi.
“Saat ini, Sinjai sedang membangun Sentra Industri Peternakan di Bulupaccing, Kecamatan Sinjai Selatan. Gedung itu nantinya akan dilengkapi fasilitas untuk pengolahan daging siap ekspor,” katanya.
Dijelaskan pula bahwa selama ini, sapi-sapi potong asal Kabupaten Sinjai banyak memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Makassar dan dikirim ke Kalimantan Timur serta berbagai provinsi lainnya di Sulawesi. (fir)













