Rusdin melanjutkan, ada banyak buku yang berisi motivasi bagaimana menjadi sesuatu atau bagaimana melakukan sesuatu. Sama kalau kita menonton video di YouTube, ada video tutorial untuk membuat kue, merawat tanaman, menyervis mesin cuci dan sebagainya. Buku juga begitu. Ada yang mengajarkan kita mahir melakukan sesuatu, misalnya membaca cepat dan efektif.
Aktivis yang juga merupakan pembina ekstrakurikuler literasi itu memperlihatkan buku berjudul Speed Reading karya Soedarso. Dia menjelaskan, di buku yang mengajarkan tentang cara membaca cepat dan efektif itu, membahas beberapa hal yang membuat anak-anak sering lambat menyelesaikan bacaannya.
Berita Terkait :
Isi Bulan Bahasa Dan Sastra, SDN Borong Gelar Lomba Bercerita
Menurut buku itu, aspek yang bikin anak terhambat membaca, antara lain karena saat membaca, anak-anak bersuara, mengucapkan kalimat yang dibacanya. Bisa juga karena dia menggerakkan bibirnya, menggumamkan bacaannya, menggerakkan kepala dari kiri ke kanan mengikuti baris kalimat, atau menunjuk kalimat yang dibacanya dengan jari.
Solusinya, kata Rusdin, kita cukup memahami inti bacaan kita. Apa pesan yang utama dari buku yang kita baca. Mirip kalau kita menonton film dan sinetron. Biasanya kita hanya memahami alur ceritanya dan ide cerita film atau sinetronnya.













