MAKASSARCHANNEL, MAPPAKASUNGGU TAKALAR – Grup media sosial ramai menggunjingkan Kepala SD Inpres 01 Cilallang Takalar jarang masuk kantor.
Anggota grup WhatsApp Distak (Diskusi Takalar) ramai menyoal Kepala SD Inpres 01 Cilallang No 106 Kecamatan Mapsu (Mappakasunggu), Sarianto Dg Romo.
Topiknya adalah, sang kepala sekolah ditengarai jarang masuk kantor. Diduga, dalam sepekan yang bersangkutan hanya dua kali hadir di sekolah.
Ini sangat disayangkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah alumni sekolah tersebut, H Imran Rajab Mursalim.
Imran Rajab Mursalin yang kini jadi pegiat LSM di bawah bendara GERGAJI (Gerakan Rakyat Menagih Janji) di grup Distak, Sabtu (5/10/2019), menulis, “Kepsek SD Inpres Takalar 01 Cilallang No 106 dipertanyakan kehadirannya yang jarang hadir di sekolah ⦠Dalam satu Minggu , maksimal 2 kali masuk kesekolah..”
Sering Mangancam
“Hebatnya lagi, Kepsek diduga selalu mengancam kepada orang-orang di sekitarnya, bahwa kalau ada yang melaporkan kehadirannya atau protes maka akan di mutasi,” tulis, Imran Rajab Mursalim yang akrab disapa Haji Tolla.
Melalui telepon, Sabtu (5/10/2019), Haji Tolla mengatakan, “Hampir semua warga di sekitar sekolah saya kenal baik, sehingga semua perkembangan infonya sampai ke saya. Ternasuk jarang masuknya Kepsek.”
“Lagian, bukan rahasia lagi, masyarakat Takalar mengetahui hubungan baik antara bupati dengan Kepsek. Ke mana-mana bersama terus. Akibatnya, tugas pokok dari negara sebagai pendidik terabaikan,” tegas Tolla.
“Permasalahan ini, tidak semua ditimpakan ke Kepsek karena sebagai anak buah, tentu tiap saat harus loyal kepada pemimpin. Pada sisi ini, saya ingin katakan, bupati salah. Kalau bupati sangat membutuhkan tenaga dan pikiran Sarianto, maka bebaskan yang bersangkutan dari tanggung jawab Kepsek, kemudian jadikan staf ahli atau penasihat pribadi. Dengan demikian, anak didik di SD Cilallang tidak dirugikan,” pungkasnya.
Bantahan Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SD Inpres Takalar 01 Cilallang Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu, Sarianto Dg Romo, yang dikonfirmasi terkait sinyalemen itu membantah jika dirinya masuk kantor hanya dua kali sepekan.
Melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Sabtu (5/10/2019), Sarianto Dg Romo, menulis, “Tidak benar informasi tersebut. Boleh bertanya langsung ke guru-guru di sana.”
“Tabe daeng itu tdk benar, saya sudah lihat pernyataan jaya tdi di distak, sy juga heran dapat info di mana bisa kita tanya guru2 š» š»,”Ā tulisĀ SariantoĀ melaluiĀ pesanĀ WAĀ keĀ MAKASSARCHANNEL.
Selain menulis pesan melalui WhatsApp, Sarianto Romo melalui saluran telepon kembali menegaskan, “Semua informasi tentang jarang masuk sekolah itu tidak benar, karena jarak tempat tinggal saya cukup jauh kurang lebih 6 kilometer. Tepatnya di Kalampa. Kadang juga ada urusan di Kantor Diknas tentu saya sebagai Kepsek harus hadir.”
“Karena informasi yang disampaikan saudara Jaya di grup Distak tidak benar maka saya akan laporkan ke polisi, kebetulan teman-teman sudah mengirim tampakan layar ke saya,” tegas Romo. (kin)













