BERITA TERKINIRAGAM INFO

Kades Jenetallasa Gowa Tata Hutan Jadi Desa Wisata

×

Kades Jenetallasa Gowa Tata Hutan Jadi Desa Wisata

Sebarkan artikel ini

“Tadinya kawasan ini dominan hutan jati, lalu ada ide menjadikannya sebagai kampung wisata yang juga punya dampak ekonomi,” jelas Asrul.

Saat dikembangkan jadi desa wisata, pohon-pohon tidak ditebang. Kondisi dan alur hutan diikuti, kalau ada space kosong di situ dibangun gazebo. Tak hanya pohon jati, di sini juga ada pohon taeng, pohon gamasi, pohon kenari, sukun, enau, langsat, nangka. Kelapa, dan kecapi. Pohon monstera yang lagi populer juga terlihat tumbuh merambat di beberapa batang pohon yang usianya mungkin sudah ratusan tahun.

“Ini masih hutan asli, satu-satunya yang masih tersisa di Kecamatan Pallangga,” kata seorang warga dalam rilis yang diterima, Senin (12/10/2020).

Berita Terkait :
Terima Penggiat Literasi, Kadis Perpustakaan Gowa Bilang Ini

Desa wisata Kampung Rewako ini punya banyak fasilitas yang bisa dijadikan sebagai spot foto. Ada rumah pohon, kebun jati, kebun mini, tempat parkir sepeda, dan lapangan olahraga. Selain itu juga ada kebun ketahanan pangan, bank ternak, posko logistik, budidaya ikan dalam ember (Budikdamber), dan taman baca.

Aspek yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan UMKM juga diperhatikan. Di sini ada Sekretariat Karang Taruna, Pos FKPM, pelayanan kesehatan, rumah tenun, Posyandu, dan warung kopi.

Asrul mengakui, pengembangan desa wisata ini banyak mendengar masukan dari tokoh masyarakat dan warganya.

Partisipasi masyarakat dibuktikan melalui pengelolaan desa wisata ini. Menurut Parno, warga Desa Jenetallasa, yang menjaga kebersihan semuanya warga. Mereka menyapu dan menyiram tanah serta tanaman agar pengunjung selalu merasa nyaman. Juga rutin memberi makan ikan di kolam, seperti ikan nila dan ikan mas.

Di area ini juga dipasang banyak papan informasi yang mengingatkan pengunjung tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penularan Covid-19. (her)

Tinggalkan Balasan