Itu dilakukan sebagai upaya mitigasi agar hewan-hewan kurban yang disediakan Dompet Dhuafa layak dan sehat untuk dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Kurban nanti.
“Quality control yang dilakukan secara bertahap, mulai dari pembiakan dengan Quality Control oleh pendamping. Baik secara fisik, aktivitas, dan medis, yang dipantau setiap saat oleh mitra pendamping (Dompet Dhuafa menyebutnya anak kandang) yang akan menjaga dan memantau kesehatan, pakan, kandang, kebersihan,” katanya.
Berita Terkait :
Ramadan 1443 H, Penghimpunan Dompet Dhuafa Tumbuh 13,9 Persen
Tahun ini Dompet Dhuafa melakukan proses Quality Control etat untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan terbebas dari penyakit menular.
“Tahun ini, kami menargetkan terdistribusi 39.000 ekor kurban yang nantinya akan disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan daging kurban. Dengan kriteria daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan), daerah yang mengalami defisit daging kurban, daerah pasca bencana,” katanya.
Dompet Dhuafa akan menyalurkan dalam bentuk hewan kurban hidup yang nanti disembelih dan didistribusikan berupa daging segar kepada masyarakat. Itu karena melalui proses ini, syiar Islam dan syiar Kurban bisa terasa di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.













