BERITA TERKINIRAGAM INFO

Aktivis Lingkungan Dapat Teror Paket Bangkai Burung

×

Aktivis Lingkungan Dapat Teror Paket Bangkai Burung

Sebarkan artikel ini
Aktivis Lingkungan Dapat Teror yang dikirim ke rumahnya di Tapanuli Utara dalam paket dos kardus yang dikirim Jumar 30 Mei 2025
Delima Silalahi dan bangkai burung di dalam kardus. (Foto: ist)

MAKASSARCHANNELAktivis lingkungan Delima Silalahi mendapat teror berupa kiriman paket berisi bangkai burung.

Paket itu dikirim ke kediaman Delima di Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (30/5/2025) pagi.

Delima Silalahi adalah aktivis lingkungan Indonesia dari Tapanuli Utara, juga Direktur Eksekutif Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM).

Selama ini ia konsisten menyuarakan penutupan perusahaan pulp PT Toba Pulp Lestari, yang dianggap menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan konflik masyarakat.

Penerima penghargaan Goldman Environmental Prize 2023 ini mendapat kiriman paket bangkai burung kemasan rapi dalam dos kardus.

Tanpa Nama Pengirim

Kabar tentang teror psikologis kepada Delima tersebar di grup-grup WhatsApp aktivitas dan organisasi masyarakat sipil, di antaranya Grup WA Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Paket ini pertama ditemukan sekitar pukul 8:00 waktu setempat oleh seorang perempuan pekerja di rumah Delima.

Ketika membersihkan pekarangan rumah dan perpustakaan di ruangan terbuka di halaman rumah Delima.

Perempuan itu menemukan ada paket yang tersimpan di atas salah satu meja di ruang terbuka.

Ia bertanya kepada Delima yang kebetulan sedang mengambil buku di perpustakaan.

”Dia tanya ini paket apa. Terus aku pegang, aku angkat, plastiknya ringan sekali. Karena itu disegel dengan bagus,” tutur Delima.

Di paket itu ada tulisan ”Kepada Delima”, tanpa nama pengirim.

Delima kemudian bertanya ke anak dan suaminya, keduanya mengatakan tidak tahu.

Penasaran, paket itu lantas membuka paket itu. Ternyata isinya bangkai burung, dengan darah yang sudah mengering.

Delima mengaku tidak berani melihat bangkai burung itu. Dia tidak tega karena melihat burung di dalam sangkar saja, dia sedih. Apalagi bangkai burung yang kondisinya mengenaskan.

Delima juga mengaku merasa mual karena kasihan dengan burung mati mengenaskan itu.

“Jadi aku gak terlalu banyak melihat. Ibu itu dengan anakku yang melihat dan ya suamiku bilang, udahlah buang aja lah gitu,” cerita Delima.

Tidak Bisa Memastikan

Delima tidak bisa memastikan siapa pengirim paket tersebut. Ia merasa selama ini tidak punya musuh.

“Ngga tau ya Ito. Aku ga punya musuh. Aktivitasku selama ini ya hanya menyuarakan tutup TPL (Toba Pulp Lestari),” katanya.

Teror dengan modus kiriman paket mengingatkan beberapa waktu lalu yang cukup menghebohkan ketika media Tempo menerima kiriman paket berisi kepala babi.***

Tinggalkan Balasan