MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Lima peserta Pelatihan BCKS shadowing belajar supervisi di SMAN 14 Makassar, Kamis, 3 September 2026.
Hadir dalam kunjungan shadowing ke-4 itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Mustakim.
Ini merupakan kunjungan shadowing ke-4 peserta pelatihan BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah) di 25 sekolah sasaran selama pelatihan.
Sebagai informasi, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan menggelar pelatihan BCKS tahun 2026.
Sebanyak 148 peserta ikut dalam pelatihan yang berlangsung selama 10 hari di Karebosi Premier Hotel Makassar, sejak, Rabu (26/8/2026).
Pelajaran PPKn
Di SMAN 14 Makassar, peserta pelatihan BCKS mengunjungi kelas X-3 yang sementara belajar PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) atau Pendidikan Pancasila.
PPKn ini membahas Pancasila sebagai pemersatu bangsa yang materinya antara lain, kelahiran Pancasila, kedudukan Pancsila, dan penerapan nilai-nilai Pancasila.
Saat proses pembelajaran, guru PPKn SMAN 14 Makassar, Rosma, membagi murid dalam beberapa kelompok untuk melakukan bedah kasus terkait dengan penerapan nilai-nilai Pancasila.
Di momen itu, dua kelompok tampil di depan sesama murid mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka, dengan materi, anak di bawah umur mengendari sepda motor ke sekolah.
Usai presentasi, Kepala SMAN 14 Makassar, Dra Nurhidayah Masri MSi, melakukan supervisi terkait pembelajaran hari itu terhadap guru PPKn, Rosma.
Tentang SMAN 14 Makassar
Kepala SMAN 14 Makassar, Nurhidayah Masri, mengatakan, sekolah tersebut membina 1050 murid dengan dukungan dengan 68 guru yang sebagian besar PPPK (Pegawai dengan Perjanjian Kerja).
Setelah empat kali berinteraksi dengan lima peserta BCKS yang berkunjung ke sekolah tersebut, Nurhidayah mengatakan, “Alhamdulillah mereka orang-orang hebat dan layak mendapat sertifikat.”
Nurhidayah menambahkan, “Dari segi teori, mereka sudah oke. Makanya saya hanya menambahkan beberapa pengalaman sebagai kepala sekolah sebagai tambahan pengetahuan.”
Dia mengatakan, sebagai seorang manajer, kepala sekolah itu tidak seperti yang didapatkan di teori. Banyak hal yang harus diperhartikan karena relasi kepala sekolah itu banyak yang harus diperhatiha. Termasuk guru dan orng tua murid.
“Alhamdulillah BBGTK Sulsel memberikan pelatihan ini, dan peserta wajar mendapat kesempatan menjadi kepala sekolah,” kata Nurhidayah.
Manfaatkan Jejaring
SMAN 14 Makasar menurut Nurhidayah, murni gunakan dana BOS untuk mengelola sekolah dan fokus pada kewirausahaan. Tidak ada istilah tak ada dana kalau ingin laksanakan kegiatan sekolah.
Meski murni menggunakan dana BOS, Nurhidayah mengklaim semua kegiatan berjalan maksimal dengan memanfaatkan jaringan.
Sebagai contoh manfaat jejaring adalah kehadiran Program Pelindo Mengajar dan PLN Mengajar di SMAN 14 Makassar. Semua yang datang bermitra dengan sekolah memberi sesuai kebutuhan sekolah.
Kepada semua murid, kepala sekolah menjelaskan, latarbelakang hadirnya sejumlah fasilitas di sekolah tersebut berasal dari mitra.
“Jadi jika ada siswa yang merusak sarana maka mereka wajib mengganti barang tersebut karena pengadaannya dari mitra,” kata Nurhidayah.
Dengan prinsip keterbukaan itu, semua murid secara sadar menjaga sarana dan prasarana sekolah. ***












