MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Beredar informasi sejumlah organisasi masyarakat (ormas) akan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan.
Aksi bertajuk Bela Jusuf Kalla (JK) tersebut menanggapi Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sahat Martin Philip Sinurat.
Sahat melaporkan JK ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan penistaan agama.
Materi laporan adalah ceramah JK di Kampus Universitas Gajah Mada, 5 Maret 2026. Dalam ceramah itu, JK menyinggung tentang fakta konflik Ambon dan Poso sebagai bahan refleksi.
Sementara Sahat adalah juga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Sumatera Utara.
Menjaga Kerukunan
Menanggapi rencana aksi ormas ke Kantor PSI Sulsel itu, pihak keluarga JK mengimbau massa agar tidak menggelar unjuk rasa.
Agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan tetap menjaga kerukunan.
Subhan Djaya Mappatunrung yang mewakili keluarga JK menyerukan agar simpati dan dukungan kepada JK tidak dalam bentuk aksi unjuk rasa.
“Kita harus bersama-sama menjaga kerukunan,” kata Subhan yang juga Chief Legal & Sustainability Officer Kalla, di Makassar, Jumat (17/4/2026).
Subhan menegaskan gerakan massa harus tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah diadu-domba pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan kondisi.
Menurut Subhan, pihak keluarga JK meyakini masyarakat luas sudah mengetahui dengan baik rekam jejak JK dalam pemerintahan.
Termasuk bagaimana JK sebagai inisiator perdamaian dalam konflik Ambon dan Poso.
Subhan juga memohon kepada pihak berwajib mengantisipasi agar aksi-aksi yang mengatasnamakan JK.
“Sekali lagi kami tegaskan agar masyarakat tidak terprovokasi dan tidak ikut terhadap ajakan dan seruan unjuk rasa, yang mengaitkan pembelaan atau dukungan terhadap Bapak Jusuf Kalla,” tegas Subhan. ***













