MAKASSARCHANNEL.COM – Pemerintah tetapkan skema pembelajaran Ramadan 2026 dengan pendekatan yang lebih berimbang.
Fokusnya tidak hanya akademik, tetapi juga penguatan nilai spiritual, karakter, dan keberlangsungan hak belajar peserta didik.
Kebijakan ini tercapai melalui Rapat Tingkat Menteri yang Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno pimpin di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/2/2026).
Hasil rapat menegaskan, Ramadan sebagai ruang pendidikan yang menenangkan, reflektif, sekaligus bermakna.
Khusyuk Beribadah
Dalam pengaturan tersebut, pemerintah menekankan bahwa suasana Ramadan harus memberi ruang kekhusyukan beribadah tanpa mengorbankan proses belajar.
Rancangan pembelajaran lebih fleksibel agar murid tetap berkembang secara akademik sekaligus mengalami penguatan karakter.
Menko PMK, Pratikno menegaskan arah kebijakan ini tidak berhenti pada capaian pelajaran di kelas.
“Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu, pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Menko PMK di laman akun Instagram @kemenko_pmk, Senin (9/2/2026).
Melalui rapat koordinasi lintas kementerian, pemerintah menetapkan tahapan pembelajaran selama Ramadan 2026 sebagai berikut:
Pembelajaran di luar satuan pendidikan:
18–20 Februari 2026
Pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan:
23 Februari–13 Maret 2026
Libur pasca-Ramadan:
16–20 Maret 2026 dan 23–27 Maret 2026
Skema ini memberi jeda yang cukup antara aktivitas belajar dan ibadah, sekaligus memastikan kalender pendidikan tetap berjalan.
Nilai Spiritual Tetap Tumbuh
Pemerintah berharap pengaturan ini mampu menciptakan keseimbangan antara proses pembelajaran, penguatan karakter, dan penanaman nilai keagamaan.
Harapannya, Ramadan menjadi fase penting bagi murid untuk belajar ketenangan, empati, dan kebiasaan positif yang relevan dengan kehidupan sosial.
Dengan pendekatan ini, pendidikan selama Ramadan tidak hanya berorientasi pada materi pelajaran, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih utuh, berilmu, berkarakter, dan berdaya secara spiritual. ***













