MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Tim Sapu Bersih (Tim Saber) akan memantau harga pangan di Sulsel terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Saber adalah tim terpadu dari berbagai pihak terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan para pihak.
Tim Saber diketuai pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel.
Wadah pemantau ini masing-masing Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sulsel, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Polda Sulsel, dan Bulog Sulsel.
Tim Saber untuk pelanggaran harga, mutu, dan keamanan pangan ini telah menggelar rapat koordinasi di Kantor Bulog Sulsel, Makassar, Rabu (4/2/2026).
Mengutip situs resmi Pemprov Sulsel, rapat koordinasi ini sebagai tindak lanjut atas instruksi Pemerintah Pusat dalam pengendalian harga pangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, M. Ilyas, menjelaskan bahwa Tim Saber akan turun langsung ke lapangan.
Tim melakukan pemantauan harga dan memastikan stabilisasi harga pangan tetap terjaga.
Ia menambahkan, tim ini memperluas cakupan dengan menambah jumlah komoditas pangan menjadi objek pantauan.
Ilyas menjelaskan tim pengarah terdiri atas Kapolda Sulsel, Gubernur Sulsel, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel.
Sanksi
Menurut Ilyas, pembentukan Tim Saber untuk memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap 12 komoditas pangan utama tidak melampaui batas yang telah ditetapkan pemerintah.
Kalau ada yang melewati HET berarti ada pelanggaran harga.
Karena itu ada personil dari PTSP untuk menindak tegas para distributor yang memainkan harga.
“Sanksinya tergantung dengan tingkat pelanggarannya. Bisa mencabut izin usahanya, bisa hukuman pidana. Tergantung tingkat atau jenis pelanggarannya,” tegas Ilyas.
Ilyas menambahkan, nantinya tim ini juga akan melibatkan Dinas Perhubungan dan Dinas Peternakan, khususnya terkait distribusi dan pakan ternak. ***













