BERITA TERKINIPEMERINTAH DAERAHRAGAM INFO

Pemprov Sulsel Bangun 1.675 Apartemen Ikan

×

Pemprov Sulsel Bangun 1.675 Apartemen Ikan

Sebarkan artikel ini

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah membangun 1.657 unit apartemen ikan selama 2025.

Mengutip situs resmi Pemprov Sulsel, tempat hunian ikan itu dibangun di 13 titik atau lokasi di 12 kabupaten/kota.

Lokasi yang berbasis kawasan perikanan rakyat itu masing-masing di Makassar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Selayar, Pangkep, Barru (dua lokasi), Pinrang, Palopo, dan Luwu Timur.

Ekonomi Biru

Apartemen ikan di beberapa lokasi seperti Pulau Panikiang (Barru), Selayar, dan Sinjai memiliki potensi ekologi tinggi.

Sedangkan kawasan Pangkep, Takalar, dan Makassar berfokus pada penguatan produktivitas nelayan.

Program ini sebagai langkah mendorong pemulihan ekosistem laut, sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan berbasis pendekatan ekonomi biru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, M. Ilyas mengatakan, program ini membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan.

Cara ini menghadirkan rumah ikan buatan di laut sebagai tempat berlindung, berkembang biak, dan berkumpulnya ikan.

Efektif

Menurut Ilyas, penyediaan apartemen ikan terbukti efektif sebagai habitat buatan yang mampu menarik ikan untuk berkembang biak dan berkumpul.

Hal ini mempermudah nelayan dalam melakukan penangkapan.

“Apartemen ikan ini mempersingkat waktu nelayan untuk mencari ikan. Dengan titik-titik baru yang produktif, nelayan bisa menghemat BBM, menekan biaya operasional, dan meningkatkan pendapatan,” papar ujarnya, di Makassar Minggu (7/12/2025).

Selain itu, apartemen ikan juga mengurangi tekanan penangkapan di area sensitif seperti terumbu karang alami.

Hal ini menurut Ilyas, berkontribusi langsung pada pelestarian ekosistem laut.

Kondisi Geografi

Pemasangan 1.657 unit modul ini dengan memperhatikan kondisi oseanografi. Memperhatikan kedalaman, substrat dasar perairan, serta pola arus di masing-masing lokasi.

Setiap unit dirancang agar mampu menciptakan ruang perlindungan bagi ikan dan biota laut. Menjadi tempat bertelur (spawning ground) dan pembesaran (nursery ground).

Pola ini bisa meningkatkan keanekaragaman hayati (biodiversity), serta mendorong tumbuhnya terumbu karang buatan sebagai penyangga ekologis.

Nilai Ekonomi

Menurut Ilyas, satu modul apartemen ikan perkiraan rata-rata menghasilkan 40-90 kg ikan/bulan atau 500-1.000 kg/tahun per modul.

Tidak seluruh ikan dipanen dengan asumsi 60% dari biomassa yang bisa ditangkap, tanpa merusak fungsi ekosistem.

Ilyas menggambarkan, bila harga rata-rata campuran tuna, kakap, kerapu, tongkol, dan pelagis kecil sebesar Rp 35.000/kg.

Maka produksi bersih per modul per tahun 600 kg × 60% = 360 kg modul/tahun.

Jika dengan 1.657 unit modul apartemen ikan, akan menghasilkan sekitar 596 ton ikan per tahun.

Jumlah tersebut, nilai ekonominya mencapai Rp 20,9 miliar per tahun.

Ilyas mengatakan, apartemen ikan ini bersifat jangka panjang dengan usia pakai 7-15 tahun.

Untuk itu, dalam waktu lima tahun bisa menghasilkan nilai ekonomi Rp 104,3 miliar dan 208,7 miliar dalam waktu 10 tahun. ***

Tinggalkan Balasan