BERITA TERKINIRAGAM INFO

Kementan Kembali Amankan Puluhan Ton Sembako Impor Ilegal di Batam

×

Kementan Kembali Amankan Puluhan Ton Sembako Impor Ilegal di Batam

Sebarkan artikel ini
Kementan Kembali Amankan Puluhan Ton Sembako Impor Ilegal di Batam di Pelabuhan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan tentang impor ilegal sembako di Batam pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/11/2025). (Foto: Instagram A. Amran Sulaiman)

MAKASSARCHANNEL, JAKARTAKementerian Pertanian kembali mengamankan puluhan ton sembako impor ilegal di Pelabuhan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Kota Batam, Senin (24/11/2025) malam.

Melalui konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/11/2025), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengemukakan pihaknya menerima laporan awal penyelundupan itu melalui kanal ”Lapor Pak Amran.”

Laporan itu ditindaklanjuti aparat keamanan di lapangan. Ternyata benar ada tiga kapal yang memuat puluhan ton sembako ilegal itu.

Barang impor ilegal itu maing-masing; 40,4 ton beras, 2,04 ton minyak goreng, 600 kilogram tepung terigu. Kemudian 900 liter susu, 4,5 ton gula pasir, 360 pieces mi, 240 pieces parfum, dan 30 dus frozen food (makanan beku).

Baca Juga: Kementan Segel 250 Ton Beras Impor Ilegal di Aceh

Mentan mengaku mengantongi rekaman video ketika tiga kapal yang membawa puluhan ton komoditas pangan itu hendak bersandar di Batam.

FTZ Tidak Mengubah Kebijakan Pusat

Andi Amran menegaskan regulasi Free Trade Zone (FTZ) tidak mengubah kebijakan pemerintah pusat untuk tidak mengimpor beras karena stok nasional mencukupi, bahkan melimpah.

Saat ini menurut Amran, pemerintah Indonesia surplus beras hingga 4 juta ton. Capaian ini membuat pemerintah mendeklarasikan swasembada pangan pada 2025.

“Batam ini kan ada otonomi, free trade zone. Kami tahu itu regulasi. Tetapi, ini daerah sensitif karena itu masuk wilayah Republik Indonesia. Nah, jadi ini untuk kepentingan kita bersama,” ungkap Amran.

Sebelumnya, Kementan juga menyegel 250 ton beras impor ilegal di Aceh. Kemudian hanya berselang hari, terjadi di Batam. Ia menganggap ini ironis.

“Ini minyak goreng (masuk ilegal) sangat ironis. Sekali lagi, kita produsen minyak sawit terbesar dunia, tetapi kenapa ada minyak goreng masuk ilegal,” kata Amra.

Baca Juga: Munafri Temui Mentan Amran

Melalui akun Instagramnya, Amran menulis ini bukan soal jumlahnya.Tetapi soal dampak besar yang bisa menghancurkan semangat 115 juta petani.

”Ketika petani sedang giat menanam, kita tak boleh biarkan ada satu pun celah yang merusak harga, merusak mental, dan merusak kedaulatan pangan bangsa,” ungkap Amran.

Amran menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan dan para pihak. Di antaranya Pangdam, Kapolda, Gubernur Kepulauan Riau, Wali Kota Batam, Dandim, Bea Cukai.. ***

Tinggalkan Balasan