BERITA TERKINIEDUKASIPemerintah

Wali Kota Tarakan Motivasi Peserta Latsar ASN Pusjar SKMP LAN Makassar

×

Wali Kota Tarakan Motivasi Peserta Latsar ASN Pusjar SKMP LAN Makassar

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tarakan motivasi peserta Latsar ASN (Pelatihan Dasar Aparat Sipil Negara) Pusjar SKMP LAN Makassar Gelombang I Angkatan XXX-XXXIV.
PRAKTIK BAIK - Wali Kota Tarakan, dr Khairul MKes, berbagi praktik baik bertema Membangun Profesionalisme ASN: Pilar Pelayanan Publik Berkualitas untuk menginspirasi peserta Latsar ASN Gelombang I Angkatan XXX-XXXIV di Auditorium Hasanuddin, gedung Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar, Rabu, 12 November 2025. (Foto : Tim Humas Pusjar SKMP LAN Makassar)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSARWali Kota Tarakan motivasi peserta Latsar ASN (Pelatihan Dasar Aparat Sipil Negara) Pusjar SKMP LAN Makassar Gelombang I Angkatan XXX-XXXIV.

Humas Pusjar LAN Makassar, Adekamwa, melalui rilis mengatakan, Wali Kota Tarakan, dr Khairul MKes, memberi ceramah inspiratif, Selasa (12/11/2025).

Wali Kota Tarakan memberi ceramah bertema Membangun Profesionalisme ASN: Pilar Pelayanan Publik Berkualitas kepada peserta Latsar ASN Gelombang I Angkatan XXX-XXXIV di Auditorium Hasanuddin, Gedung Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar.

Dr Khairul didampingi Kepala BKPSDM Kota Tarakan, dr Joko Haryanto MM disambut hangat oleh jajaran pejabat Pusjar SKMP LAN Makassar.

Di antaranya Kabag Umum, Zulchaidir SSos MPA; Kepala Balai Layanan Pemetaan Kompetensi, Sudarmi Narwis SE MM, dan Widyaiswara, Andi Wahyudin SE MSi.

Dalam ceramah inspiratif pagi itu, dr Khairul menekankan pentingnya profesionalisme ASN yang tidak berhenti pada disiplin hadir dan kepatuhan administratif, melainkan mencakup dedikasi, kompetensi, dan orientasi pelayanan publik.

Ubah Paradigma Lama

Ia mengingatkan bahwa ASN harus mengubah paradigma lama yang memandang status pegawai negeri sebagai simbol kebanggaan menjadi semangat pengabdian untuk melayani masyarakat.

“Mindset ASN bukan tentang dilayani, tapi melayani. Karena inti dari profesi ini adalah pengabdian,” kata dokter Khairul.

Dia melanjutkan, “ASN profesional bukan hanya hadir tepat waktu, tapi menghadirkan solusi, senyum, dan keikhlasan dalam setiap pelayanan.”

Khairul juga berbagi pengalaman panjangnya dalam membenahi manajemen pemerintahan di Kota Tarakan.

Mulai Dari Kemauan Belajar Dan Melayani

Ia menceritakan masa awal kepemimpinannya saat Tarakan menghadapi krisis listrik dan air berkepanjangan. Saat itu Tarakan mengalami pemadaman bergilir hingga tiga bulan.

Melalui pendekatan manajerial berbasis kolaborasi lintas sektor, ia berhasil memperbaiki sistem layanan dasar kota tersebut.

“Kami mulai dengan memetakan masalah, berkoordinasi lintas bidang, dan memanfaatkan keahlian para profesional. Kini Tarakan jauh lebih baik. Semua dimulai dari kemauan untuk belajar dan melayani,” jelasnya.

Selain berbagi praktik baik dalam kepemimpinan publik, Khairul juga menyoroti pentingnya merit system dan manajemen talenta ASN sebagaimana keinginan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.

Menurut dia, sistem karier ASN ke depan harus berbasis pada kinerja objektif, bukan kedekatan personal.

“Kita perlu sistem penilaian kinerja yang real-time, berbasis data, dan memberikan penghargaan bagi yang berprestasi. ASN yang bekerja sungguh-sungguh harus mendapatkan nilai lebih — inilah inti meritokrasi,” tegasnya.

Nilai Dasar ASN

Moderator, Zulchaidir SSos MPA, menambahkan bahwa profesionalisme ASN tidak bisa dilepaskan dari nilai dasar ASN BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Ia menutup sesi dengan refleksi, “ASN sejati adalah mereka yang mendahulukan kepentingan publik, melayani dengan senyum, dan menghadirkan solusi, bukan sekadar prosedur.”

Ceramah yang berlangsung dua jam itu berjalan hangat dan interaktif. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan seputar netralitas ASN dan tantangan menjaga integritas di tengah dinamika politik lokal.

Menjawab hal itu, dr. Khairul menegaskan pentingnya posisi ASN sebagai pelayan publik yang netral, profesional, dan dipercaya masyarakat.

“ASN harus menjaga jarak dari politik praktis. Netralitas bukan sekadar aturan, tapi kehormatan. Karena hanya dengan itu, kepercayaan publik bisa tumbuh,” pesannya.

Kemandirian Dan Kerja Keras

Saat berbagi praktik baik, dr Khairul tidak hanya membahas teori pelayanan publik, tetapi membagikan perjalanan panjang kisah hidupnya.

Dr Khairul merekam kisah ketekunan dan cinta yang tumbuh dalam kesahajaan sekaligus menegaskan makna pengabdian sejati.

Lahir dari pasangan Abdul Latif dan Halifah di Parepare, ia menapaki jalan panjang hingga ke Tarakan, membawa nilai kemandirian dan kerja keras yang tertanam sejak kecil.

Dari masa kecil penuh perjuangan bersama sang ibu, hingga pengabdian di pedalaman Kalimantan Utara, membentuk karakter pantang menyerah yang menjadi dasar setiap langkahnya.

Di tengah perjalanan itu, ia bertemu Sitti Rujiah di rumah sakit tempat mereka bertugas, sebuah kisah cinta sederhana yang bersemi dalam kerja keras dan kehangatan, berselimut rasa syukur yang tak pernah pudar.

Acara menjadi momentum penting bagi 200 peserta Latsar ASN calon aparatur sipil negara untuk memahami esensi pengabdian dan profesionalisme dalam birokrasi modern.

1000 Jalan Pengabdian

Sebagai penutup, Wali Kota Tarakan pemilik buku autobiografi “1000 Jalan Pengabdian” itu menyampaikan motivasi bagi peserta Latsar.

“Sebagai ASN, kalian adalah calon pemimpin masa depan. Jadilah pribadi yang disenangi dan dipercaya masyarakat melalui kerja keras, kompetensi, dan ketulusan. Itulah modal sosial terbesar dalam pengabdian.”

Acara ini tidak hanya menjadi ruang berbagi inspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Tarakan dan Pusjar SKMP LAN dalam membangun ekosistem pembelajaran ASN yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas dan tata kelola pemerintahan yang adaptif di era modern. ***

Tinggalkan Balasan