BERITA TERKINIEDUKASI

Kepala BBGTK Sulsel Bertemu Wali Kota Makassar Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan

×

Kepala BBGTK Sulsel Bertemu Wali Kota Makassar Bahas Peningkatan Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kepala BBGTK Sulsel bertemu Wali Kota Makassar bahas peningkatan kualitas pendidikan, di Balai Kota Makassar, Selasa, 30 September 2025

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Kepala BBGTK Sulsel bertemu Wali Kota Makassar bahas peningkatan kualitas pendidikan, di Balai Kota Makassar, Selasa, 30 September 2025.

Saat itu, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel Arman Agung didampingi Kabag Umum Ayatullah Hidayat, Harisman, Saenal Abidin, dan Sukimin.

Sementara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. Perbincangan mengalir dinamis.

Di momen itu, Kepala BBGTK Sulsel minta kesediaan Wali Kota Makassar bertemu Dirjen GTKPG Kemendikdasmen yang diagendakan tanggal 14 Oktober 2025.

Labsite Uji Coba Program

Salah satu bahasan yang mengemuka pada pertemuan itu, BBGTK Sulsel memilih Kota Makassar sebagai labsite uji coba progam Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulawesi Selatan.

BBGTK Sulsel akan memilih tiga jenjang pendidikan sebagai labsite di Kota Makassar, masing-masing satu PAUD, satu SD dan, satu SMP.

Untuk sekolah dasar, SD Hartaco Indah menjadi pilihan. Untuk sekolah menengah pertama adalah SMPN 2 Makassar.

Sedang jenjang PAUD sementara menyeleksi salah satu dari beberapa TK yang berstatus negeri.

Kepala Sekolah

Menyinggung soal kepala sekolah yang masih banyak pelaksana tugas (Plt), Munafri mengaku sudah dalam proses dan menegaskan tidak ingin ada pihak luar yang ikut campur dalam penunjukan kepala sekolah.

Proses pemilihan kepala sekolah menurut Munafri, harus mendapat perhatian maksimal agar berjalan sebagaimana mestinya dengan mengedepankan kompetensi mereka yang akan menjadi kepala sekolah.

“Saya tidak mau kepala sekolah dikontrol dari luar sistem,” tegas Appi sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Dia mengatakan juga, akan melibatkan guru-guru dalam pemilihan kepala sekolah. Termasuk melatih mereka yang dinilai berpotensi menjadi kepala sekolah.

Appi sangat mendukung jika melakukan seleksi secara terbuka untuk memilih kepala sekolah dan semua guru punya peluang menjadi kepala sekolah karena memiliki kompetensi yang memang bisa menduduki jabatan itu.

“Kuncinya adalah, duduk bersama dan proses pemilihannya dimaksimalkan,” kata Appi, sembari menambahkan, saat ini, ada 24 guru yang sudah ready jadi kepala sekolah.

Dia mendukung pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah bagi mereka yang lolos berdasarkan uji kompetensi sehingga benar-benar siap mengemban tugas sebagai kepala sekolah.

Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar memiliki 315 satuan pendidikan SD dan 55 SMP.

Peningkatan Kualitas Pendidikan

Terkait peningkatan kualitas pendidikan, Appi mengatakan, perlu mengubah struktur pendidikan. Bahkan, secara ekstrem dia mengatakan, perlu memotong satu generasi.

Appi juga menyebut, dalam penerimaan murid baru saja, masih banyak yang main-main.

Wali Kota Munafri juga menyatakan, kurang setuju jika anak-anak terlalu cepat memegang gadget. Termasuk untuk alasan mendukung pendidikan.

Appi mengatakan, gawai atau telepon selular diberikan kepada anak kelas 3 tahun ke atas. Karena di usia itu anak-anak sudah menerima pemahaman tentang apa saja manfaat menggunakan handphone.

“Banyak kebiasaan buruk anak-anak jika terlalu cepat pegang HP,” kata Appi.***

Tinggalkan Balasan