BERITA TERKINIEDUKASI

Guru Harus Ubah Pola Pikir

×

Guru Harus Ubah Pola Pikir

Sebarkan artikel ini
Tantangan dunia pendidikan saat ini berbeda dari sebelumnya, sehingga guru harus ubah pola pikir dalam menjalankan tugasnya
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Mustakim SPd MPd (tengah) ketika membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Kepala Sekolah dan Guru Kota Makassar, di SMKN 2 Makassar, Rabu (10/9/2025). (Foto : Rusdy Embas)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Tantangan dunia pendidikan saat ini berbeda dari sebelumnya, sehingga guru harus ubah pola pikir dalam menjalankan tugasnya.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Mustakim SPd MPd, mengatakan hal tersebut ketika membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam Batch2 di SMKN 2 Makassar.

Pelatihan yang diikuti kepala sekolah dan guru itu berlangsung serentak di seluruh kabupaten dan kota se Sulawesi Selatan.

Khusus di Kota Makassar, pelatihan bertempat di sejumlah sekolah menggunakan 16 kelas.

Pembukaan di SMKN 2 Makassar berlangsung secara daring diikuti semua peserta di yang menyebar di berbagai sekolah.

Selain di SMKN 2 Makassar, pelatihan juga berlangsung di SMKN 4 Jl Bandang Makassar, SMPN 1 Jl baji Areng Makassar.

SMPN 3 Jl Baji Gau Makassar, SMPN 18 Kompleks Hartaco Makassar, dan SMPN 27 Kompleks Hartaco Makassar.

Peta Pendidikan

“Tantangan sekarang berbdeda dengan yang dulu, sehingga guru dituntut mengubah pola pikir dari yang tetap menjadi berubah,” kata Mustakim, Rabu (10/10/2025).

Dia melanjutkan, “Jangan selalu berpikir tua ma saya.”

Cara berpikir itu menurut Mustakim, menyebabkan banyak guru senior tidak mau lagi belajar untuk mengingkatkan kompetensi.

Menurut Mustakim, guru yang tidak mau berubah juga sering melontakan kalimat, “Jangan mi saya, ka mau ma pensiun.”

Tujuan Kurikulum

Dia mengatakan, Kurikulum Merdeka lahir sebagai peta, sehingga perlu beberapa metode untuk mencapai tujuan kurikulum.

Pembelajaran Mendalam menurut Sekdis Pendidikan Sulsel itu merupakan sebuah pendekatan untuk mencapai tujuan pendidikan.

“Jadi Pembelajaran Mendala itu adalah sebuah metode. Bukan kurikulum,” tegas Mustakim.

Dia juga menyinggung delapan dimensi profil lulusan Pembelajaran Mendalam yang merupakan kerangka untuk mengembangkan karakter dan keterampilan siswa agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Kedelapan dimensi tersebut adalah; Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi.***

Tinggalkan Balasan