MAKASSARCHANNEL, MAKASSAR – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti minta UPT Kemendikdasmen se Sulsel tetap produktif meski anggaran terbatas.
“Anggaran terbatas bukan alasan untuk tidak produktif,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti di depan pegawai UPT Kemendikdasmen di Sulawesi Selatan.
Abdul Mu’ti memberi arahan dalam acara bertajuk Pembinaan Pegawai UPT Kemendikdasmen di Provinsi Sulawesi Selatan 25 Juli 2025, di BBPMP Sulsel, Jumat (25/7/2025).
Di tengah keterbatasan anggaran, menurut Menteri Abdul Mu’ti, kolaborasi dan inovasi adalah kata kunci untuk tetap berprestasi.
“Kita harus bekerja out of the box. Namun tetap berada dalam koridor sehingga tidak terjadi pelanggaran.
Dia menyarankan, bangun komunikasi yang baik dengan stakeholder dan penyelenggara negara di daerah.
Abdul Mu’ti mencontohkan, Kemendikdasmen banyak menjalin kerja sama lintas kementerian di Kabinet Merah Putih.
Butuh Superteam Bukan Superman
Dia juga menyarankan, agar UPT Kemendikdasmen di Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi dan bekerja secara tim.
“Yang diperlukan bukan superman yang mengerjakan semuanya, tetapi diperlukan superteam,” kata Menteri Abdul Mu’ti.
Secara khusus, Menteri Abdul Mu’ti berterima kasih atas kerja keras UPT sehingga Kementerian mendapat apresiasi dari masyarakat.
“Kemdikdasmen selalu berada di peringkat atas di berbagai penilaian. Ini modal sosial dan politik untuk melangkah,” kata Abdul Mu’ti.
Dia menyebut, kepercayaan masyarakat yang sudah tumbuh adalah modal, karena itu tetaplah berinovasi untuk mencapai prestasi tinggi.
Budaya RAMAH
Menteri minta semua jajaran agar menjadikan Budaya RAMAH sebagai kepribadian insan Dikdasmen di tengah situasi masyarakat yang sangat terbuka.
Dia menyinggung juga komplain kultural dan sosial yang muncul. Ada kebiasaan masyarakat yang kerjanya memang komplain.
Menteri mencontohkan, transfer gaji guru ke rekening masing-masing setiap bulan misalnya.
Jika transfer tepat waktu, tak ada ucapan terima kasih. Tetapi kalau lalai, langsung dapat komplain.
“Dihujat tiada terkira,” kata Menteri Abdul Mu’ti tersenyum.
Karena itu, Mendikdasmen mengajak seluruh jajarannya memenuhi semua kewajiban dan melaksanakan sesuai aturan yang berlaku.
“Kita tidak boleh salah memahami dan melaksanakan,” kata Abdul Mu’ti dalam acara yang dihadiri semua Kepala UPT Kemendikdasmen di Sulsel itu.
Dia mengingatkan pentingnya punya jiwa besar dan memiliki visi besar untuk melakukan yang terbaik.
“Jangan salahi aturan. Apalagi dengan sengaja melanggar. Jadilah pribadi ramah dan santun,” katanya.
Tingkatkan Kualitas Diri
Prinsip RAMAH menurut Abdul Mu’ti mengandung nilai profesional dan kolegial. Meski petugas dan profesi berbeda tetapi harus bekerja sama dengan prinsip kebersamaan.
Dia mengatakan, prinsip kolegial meniscayakan pribadi yang terbuka. Karena itulah tingkatkan kualitas diri dan terus belajar menjadi pribadi yang lapang dada.
“Jadikan kantor UPT bukan sekadar office tetapi jadi rumah bersama. Bergotong royong agar semua kerja dengan baik,” kata menteri.
Dia menambahkan, “Miliki kreativitas dan keberanian serta inisiatif melaksanakan tugas kementerian sesuai situasi di daerah.”
“Jangan bekerja sendiri-sendiri,” saran Menteri Abdul Mu’ti.
Prinsip SIMI
Secara khusus, Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan makna Prinsip akronim SIMI (Sosialisasi, Informasi, Migitasi, Intervensi) kepada jajaran UPT Kemendikdasmen Sulsel.
Sosialisasi
Sosialisasi wajib dilakukan karena banyak aturan baru yang kadang lambat dipahami oleh masyarakat.
Dalam konteks itulah, sehingga harus aktif menyosialisasikan bukan dalam bentuk gelondong.
Lakukan sosialisasi secara bersama menggunakan semua media yang ada dengan penyajian yang mudah dan menyenangkan.
Informasi
Sosialisasikan aturan yang sudah terbit tapi masih banyak yang belum tahu.
Salah satu contohnya adalah, pegawai yang tidak mendapat izin melanjutkan pendidikan dari atasan, kadang ijazahnya tidak diakui.
Sekarang menurut Abdul Mu’ti, sudah bisa didaftarkan untuk mendapatkan penyesuaian pangkat dan jabatan.
Contoh lainnya adalah, Permen yang memberi keluasan ASN mengajar di sekolah swasta.
Migitasi
Migitasi dilakukan sebagai antisipasi berbagai kemungkinan yang muncul di lapangan saat mengaplikasikan aturan.
Tes kemampuan akademik akan diberlakukan lagi. Meski tidak wajib, namun tetap akan dilakukan.
Tentang pelaksanan pembelajaran mendalam, kadang masih muncul persepsi yang keliru.
Intervensi
Melakukan intervensi terhadap informasi yang keliru juga perlu dilakukan.
Jangan biarkan yang keliru berlarut-larut karena bisa menjadi seolah-olah benar.
“Semua harus aktif dan proaktif dengan tetap mengedepankan budaya santun,” katanya.
Dia juga mengingatkan, jangan lagi korupsi dan berbuat curang. Meski berada di luar Jakarta, Kementerian akan menindaklanjuti jika itu terkait dengan kinerja.
Sebelum turun panggung Menteri Abdul Mu’ti menandatangani Prasasti Trigatra Bangun Bahasa. ***













