MAKASSARCHANNEL – Sebanyak 56 persen masyarakat AS menolak serangan ke Iran, dan hanya 12 persen yang setuju dengan tindakan Presiden Donald Trump.
Berbagai survei menunjukkan mayoritas masyarakat Amerika Serikat (AS) menolak keterlibatan militer AS di konflik Iran-Israel. Survei menjelang dan setelah Trump menyerang situs nuklir Iran.
Hasil Survei
Jajak pendapat dari Economist/YouGov pada 13–16 Juni 2025, hanya 16 persen warga yang mendukung militer AS di Iran. Sementara 60 persen menolak, dan 24 persen menyatakan ragu-ragu.
Data serupa juga mengemuka dalam survei The Washington Post/SSRS yang dirilis pada 18 Juni.
Hasil survei itu menunjukkan 45 persen publik AS menentang Trump, 25 persen mendukung, sementara 30 persen belum menentukan sikap.
Salah satu survei yang saat dan pasca serangan ke Iran dilakukan Elliott Morris pada 21–22 Juni 2025.
Hasil survei ini mencatat 60 persen responden menolak serangan ke Iran, 16–19 persen mendukung dan sisanya masih ragu atau tidak tahu.
Pemilih Trump Mayoritas Menolak
Hal menarik dalam survei The Washington Post/SSRS adalah di antara pemilih Presiden Trump sendiri justru mayoritas menolak kebijakan pilihan mereka.
Hanya ada 46 % yang mendukung serangan ke Iran.
Basis Partai dan Kalangan Independen
Tindakan Trump juga mendapat penolakan mayoritas pendukung dan partisipan partai baik Partai Demokrat bahkan Partai Republik sendiri.
Mayoritas penolakan juga datang dari publik dan internal berbasis partai dan kalangan independen.
Hasil survei Axios/Yougov pada 19 Juni 2025, pendukung dan internal Partai Demokrat sebanyak 65 persen menolak keterlibatan militer AS di Iran.
Sedangkan Partai Republik, partainya Donald Trump sendiri, justru mayoritas mereka juga menolak serangan ke Iran. Basis Republik hanya 47 persen yang setuju, dan 53 persen tidak setuju.
Sementara tercatat 61 persen penolakan dari kalangan independen.
Akumulatif
Dari hasil berbagai survei, secara akumulatif menyiimpulkan bahwa mayoritas masyarakat AS tidak menginginkan serangan ke Iran.
Hanya ada 12 persen publik AS yang setuju dengan tindakan Trump, sementara 56 tidak setuju, 27 persen masih ragu dan 5 persen tidak tahu.
Kekhawatiran Publik AS
Kekhawatiran publik AS atas campur tangan AS di perang Iran-Israel di antaranya adalah potensi perang skala besar seperti pada konflik AS-Irak yang lalu.
Sebagian warga AS masih trauma dengan intervensi militer AS ke Irak tahun 2003.
Kemudian publik AS juga mengkhawatirkan keselamatan tentara AS di Timur Tengah. Warga sipil dan veteran sangat menekankan isu ini.
Kemudian langkah nekad tanpa melalui izin Kongres (legislatif), sebagai tindakan ilegal membawa preseden buruk pemerintahan AS. ***













