BERITA TERKINIINTERNASIONALRAGAM INFO

Rudal Iran Meluluh-Lantakkan Bangunan-Bangunan di Israel

×

Rudal Iran Meluluh-Lantakkan Bangunan-Bangunan di Israel

Sebarkan artikel ini
Rudal Iran Meluluh-Lantahkan Bangunan di Israel sebagai serangan baik setelah Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir Iran
Bangunan dan rumah luluh-lantak di Kota Tel Aviv, Israel yang dihantam rudal Iran, setelah AS menyerang Iran. (Foto: Tangkapan layar The Times of Israel)

MAKASSARCHANNELIran melakukan rentetan serangan ke Israel beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran. Serangan rudal Iran meluluh-lantakkan bangunan dan rumah di beberapa kota.

Serangan Minggu (22/6/2025) siang tersebut merusak bangunan dan berbagai fasilitas di beberapa kota di antaranya di Tel Aviv, Yerusalem, Haifa dan melukai puluhan orang.

86 Korban

Mengutip The Times of Israel, serangan Iran tersebut melukai sedikitnya 86 orang karena dua rudal yang lolos dari tangkalan Iron Dome (pertahanan udara Israel).

Serangan rudal Iran juga menghancurkan sejumlah bangunan di Tel Aviv, Yerusalem, Haifa dan kota di selatan Beersheba.

Mengutip Aljazeera, ledakan keras terdengar di pusat pesisir Tel Aviv dan Yerusalem, Minggu tak lama setelah militer Israel melaporkan rudal Iran masuk ke wilayah udara Israel.

Polisi Israel melaporkan “jatuhnya pecahan senjata” di daerah dekat pelabuhan utara Haifa.

Tel Aviv, Haifa, dan kota selatan Beersheba telah menjadi tiga daerah Israel yang sering menjadi sasaran Iran.

Aparat keamanan Israel harus bekerja keras untuk mengamankan warga dari serangan rudal Iran.

Tertutup Pintu Diplomasi

Presiden Donald Trump mengklaim serangan AS untuk melenyapkan fasilitas nuklir Iran. Menangapi pernyataan itu, Iran  memeringatkan konsekuensinya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan saat ini Iran menutup jalur diplomasi.

Kepada wartawan di Istambul, Turki, Abbas mengatakan jalur diplomasi tertutup setelah AS menyerang fasilitas nuklir Iran.

”Meskipun pintu diplomasi harus selalu terbuka, tetapi tidak berlaku saat ini,” kata Abbas seperti dikutip The Times of Israel. ***

Tinggalkan Balasan