MAKASSARCHANNEL – Fordo atau Fordow, instalasi nuklir bawah tanah, salah satu dari tiga lokasi nuklir Iran yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS).
Meski Presiden AS Donald Trump mengumumkan instalasi nuklir Iran itu sudah hancur dalam serangan, Sabtu (21/6/2025) malam, para analis menyangsikan klaim tersebut.
Mengutip BBC, Fordo tersembunyi di lereng gunung selatan Teheran. Lokasi ini berada lebih dalam di bawah tanah. Mirip dengan terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dan Prancis.
Kedalaman Fordo di bawah permukaan mambuatnya tangguh. Ketangguhnya lokasi nuklir ini, membuat Israel kesulitan untuk bisa menghancurkan sasaran ini.
Karena itu, hanya bom khusus AS yang bisa merusak sarana nuklir Iran ini.
Hanya AS dianggap memiliki bom penghancur bunker yang bisa menembus dan menghancurkan nuklir di Fordo.
Bom MOP
Dalam serangan ke Iran Sabtu malam, AS menggunakan bom GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP).
Bom GBU-57 punya spesifikasi untuk menghancurkan target terlindungi di bawah tanah. Bom ini memiliki bobot atau berat 13.000 kg (30.000 lb) atau 13 ton.
AS mengklaim bom dengan panjang 6,6 meter ini mampu menembus sekitar 18 meter beton atau bebatuan, dan 61 meter tanah sebelum meledak.
Cangkang bom dari baja super keras agar bisa menembus beton dan batu serta berbagai lapisan tanah.
Belum Meyakinkan
Meski menggunakan bom khusus dengan kekuatan luar biasa, BBC memberitakan klaim Presiden Donald Trump bahwa AS sudah menghancurkan nuklir di Fordo, belum meyakinkan.
Hal ini berdasarkan data bahwa terowongan Fordo berada di kedalaman sekitar 80 hingga 90 meter di bawah tanah.
Sementara bom MOP memiliki kekuatan menambus beton dan batu hanya sekitar 18 meter, dan 61 meter tanah.
Dengan kapasitas tersebut, MOP belum bisa mencapai pusat instalasi nuklir Iran yang tersembunyi di bawah tanah. ***













