BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Tiga Kecamatan Di Luwu Banjir

×

Tiga Kecamatan Di Luwu Banjir

Sebarkan artikel ini
Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (3/5/2025) sore menyebabkan tiga kecamatan di Luwu banjir akibat luapan air sungai.

MAKASSARCHANNEL, BELOPA LUWUHujan deras yang mengguyur, sejak Sabtu (3/5/2025) sore menyebabkan tiga kecamatan di Luwu banjir karena luapan air sungai.

Debit air tinggi menyebabkan Sungai Suli dan Larompong tak mampu menampung air sehingga meluap ke pemukiman warga.

Kepala BPBD Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengatakan, banjir terjadi di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Suli, Larompong, dan Suli Barat.

Banjir itu menyebabkan sedikitnya 40 rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 20 hingga 30 centimeter.

“Di Kecamatan Suli, sekitar 10 rumah di Lingkungan Suli Pantai terendam. Di Larompong, ada 15 rumah di Lingkungan Cappie, dan di Suli Barat, 15 rumah di Kelurahan Lindajang yang terdampak,” papar Andi Baso.

Tak Ada Korban Jiwa

Menurut Andi Baso, “Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berat akibat banjir.”

Pusdalops BPBD Luwu melaporkan, hujan mulai turun di bagian hulu sungai sejak pukul 15.20 Wita sore. Air hujan itu menyebabkan sungai meluap.

Andi Baso mengklaim, BPBD Luwu telah melakukan kaji cepat di lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk langkah-langkah penanganan.

Dia mengatakan, menurut laporan dari lokasi, kondisi banjir mulai berangsur surut pada Sabtu petang.

“Kami mengimbau warga tetap waspada, karena prakiraan cuaca malam ini menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mungkin terjadi,” kata Andi Baso mengingatkan.

Mulai Surut

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mulai berangsur surut, Sabtu petang (3/5/2025).

Meski demikian, BPBD Luwu mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih tinggi.

Meski banjir mulai surut, Andi Baso mengatakan, BPBD tetap bersiaga mengantisipasi potensi banjir susulan untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Kami telah melakukan kaji cepat di lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dan terus memantau perkembangan cuaca,” Andi Baso.

Dia mengimbau agar warga untuk tetap berhati-hati. Terutama di daerah rawan banjir.

BPBD Luwu juga membuka layanan darurat selama 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan melalui unit Pusdalops-PB. ***

Tinggalkan Balasan