BERITA TERKINIEDUKASI

CGP Munculkan Beragam Ide Di Lokakarya 6 PGP Angkatan 11 Bulukumba

×

CGP Munculkan Beragam Ide Di Lokakarya 6 PGP Angkatan 11 Bulukumba

Sebarkan artikel ini
Calon guru penggerak, CGP munculkan beragam ide di Lokakarya 6 PGP Angkatan 11 Bulukumba, Sabtu (30/11/2024)

MAKASSARCHANNEL, MAKASSARCalon guru penggerak, CGP munculkan beragam ide di Lokakarya 6 PGP Angkatan 11 Bulukumba.

Ide calon guru penggerak itu dituangkan dalam bentuk program masa depan sekolah mereka. Selaras dengan tema lokakarya Keberlanjutan Pengembangan Diri dan Sekolah.

Di lokakarya ini, calon guru penggerak membuat presentasi berisi program kegiatan yang berdampak pada murid.

Program yang muncul antara lain; SUMBA akronim dari Sumur Baca Smaga (SMA3). Program ini diinisiasi oleh guru SMAN 3 Bulukumba, Dedi Jamil bersama kelompoknya.

Dedi mengaku terinspirasi membuat program itu setelah mengamati kenyataan yang dia temui setiap hari. Berdasarkan pengamatannya, minat baca murid masih rendah, khususnya membaca buku.

Perpustakaan

Salah satu parameter yang Dedi gunakan mengukur rendahnya minat baca murid adalah jumlah siswa yang berkunjung ke perpustakaan.

Menjawab pertanyaan, Dedi mengakui, jika rendahnya minat murid berkunjung ke perpustakaan, salah satunya adalah karena buku yang tersedia masih didominasi buku-buku mata pelajaran.

Selain program SUMBA tentu perlu juga upaya lain menyiapkan buku bacaan selain buku mata pelajaran jika ingin menarik minat murid datang ke perpustakaan membaca buku.

Dia juga menyebut, banyak murid beranggapan dengan mendapat informasi di media sosial, sama saja dengan kegiatan membaca buku.

Sementara itu, calon guru penggerak dari SMAN 2 Bulukumba memunculkan Program Gerabah (gerakan bersama anak membaca Alquran harian).

Gagasan itu muncul karena karena guru prihatin melihat banyak murid tidak fasih membaca Alquran. Bahkan, ada anak yang malu menenteng Alquran di tempat umum.

Siska Inmatika

Ide lainnya adalah, program SISKA INMATIKA atau satu siswa satu karya inovatif informatika. Gagasan itu berawal dari keprihatinan guru terhadap pemanfaatan gawai yang kurang bijaksana.

Dia mengatakan, program itu sebagai salah satu upaya menangkal murid agar tidak memanfaatkan telepon selular mereka dengan membuat atau membaca konten tak sehat di media sosial.

Guru SMK tersebut mengklaim, sekolahnya sudah menerapkan pembelajaran digital, sehingga siswa bebas membawa telepon selular (ponsel) ke sekolah.

Meski murid dibebaskan membawa ponsel ke sekolah, namun sekolah tetap melakukan kontrol terhadap ponsel siswa selama berada di lingkungan sekolah.

Apotek Hidup

Ada juga program SEJUK alias Sekolah Hijau dan Unik. Melalui program ini CGP bersangkutan ingin sekolahnya hijau dan unik.

Tidak sekadar hijau. Tanaman yang menghiasi taman memiliki manfaat ekonomi dan kesehatan. Taman yang hijau itu menjadi Apotek Hidup.

Salah satu implementasi mewujudkan SEJUK adalah menanam aneka jenis tumbuhan menggunakan teknologi hidroponik.

Sebelum lokakarya berlangsung, Pengajar Praktik memandu peserta melakukan ice breaking.

Di sesi akhir, pengajar praktik memandu peserta melakukan refleksi diri. Mengukur kemampuan diri setelah mengikuti pendidikan selama enam bulan.

Adakah perubahan yang signifikan dibandingkan sebelum mereka menjadi calon guru penggerak.

Koordinator CGP Angkatan 11

Lokakarya 6 Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Bulukumba di SMAN 9 Bulukumba, Sabtu (30/11/2024) itu diikuti 102 guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Mereka terbagi dalam tujuh kelas didampingi 20 pengajar praktik (PP) dan tim dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sulawesi Selatan.

Selain di Kabupaten Bulukumba, lokakarya serupa berlangsung juga di 13 kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan.

Yakni; Kabupaten Bantaeng, Barru, Enrekang, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Sinjai, Soppeng, Wajo, Kota Palopo, Makassar, dan Parepare.

Di momen itu, peserta lokakarya sepakat memilih Dr Muhammad Yusran sebagai koordinator Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Bulukumba. (re)

Tinggalkan Balasan