BERITA TERKINIPOLKUMHAM

Wali Kota Mangkir Lagi Dalam Sidang Mantan Kadis Koperasi Gani Sirman

×

Wali Kota Mangkir Lagi Dalam Sidang Mantan Kadis Koperasi Gani Sirman

Sebarkan artikel ini

Syahrir Cakkari. (foto:ist)

MAKASSARCHANNEL.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, mangkir lagi dari pemanggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulselbar, untuk menjadi saksi terhadap dua terdakwa dalam dugaan kasus korupsi pengadaan barang persediaan Sanggar Kerajinan Lorong-Lorong Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.

Perkara ini mendudukkan dua terdakwa, yakni mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Gani Sirman, dan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, M Enra Efni.

“Dia (Danny) tidak hadir dan tidak ada informasi soal ketidakhadirannya,” kata Kuasa Hukum terdakwa, Syahrir Cakkari, di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (09/04/2019).

Menurut Syahrir Cakkari, sebagai seorang pejabat, Danny seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat untuk hadir setiap ada panggilan seperti ini untuk memberikan fakta di dalam persidangan atas kasus ini.

Baca Juga :
Mahasiswa Penampar Polisi Itu Jadi Tersangka, Tonton Videonya

“Harusnya datang. Jangan sampai ada perintah upaya paksa oleh hakim, kan tidak baik apalagi dia sebagai seorang Wali Kota,” katanya.

Syahrir menyebut, ketidakhadiran Wali Kota tidak hadir memenuhi panggilan merupakan yang kedua kalinya. Majelis Hakim telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan kembali pada sidang mendatang.

JPU, Rachmat, juga mengaku, pemanggilan Wali Kota Makassar merupakan yang kedua kalinya.

“Waktu pemanggilan pertama juga tidak hadir,” sebutnya.

Baca Juga  Wali Kota Akhiri Safari Ramadan di Pulau Barrang Lompo

Tinggalkan Balasan

Sea of Becoming Maritime Arts Festival 2026 Makassar
BERITA TERKINI

MAKASSARCHANNEL, Makassar – Makassar Art Forum (MAF) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar Sea of Becoming – Maritime Arts Festival 2026. Acara ini akan berlangsung pada 27 hingga 29 November 2026 di Pelataran Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar. Panitia mengusung tema “Makassar: Kota yang Terus Menjadi”. Oleh karena itu, festival ini mengajak seluruh lapisan masyarakat membaca kembali sejarah maritim Makassar sebagai sumber ilmu dan inspirasi seni kontemporer. Makassar Menjadi Pusat Perjumpaan Sejarah Maritim dan Seni Kontemporer Laut bukan hanya berperan sebagai batas geografis bagi masyarakat Makassar. Sebaliknya, laut menjadi ruang perjalanan manusia, pertukaran pengetahuan, perjumpaan budaya, serta pembentukan identitas daerah. Makassar memiliki jejak pelayaran yang sangat panjang. Misalnya, rute pelayaran menuju Marege dan hubungan historis dengan masyarakat Yolngu di Australia menunjukkan bagaimana laut menyatukan berbagai komunitas lintas wilayah. Dengan demikian, panitia menempatkan sejarah tersebut bukan hanya sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai gagasan hidup untuk seni kontemporer masa kini. Empat Perspektif Kuratorial Menjadi Landasan Seluruh Rangkaian Acara Panitia menerjemahkan gagasan utama festival melalui empat perspektif kuratorial yang saling terhubung. Keempat perspektif tersebut kemudian menjadi dasar tiga kegiatan utama yakni Pameran, Pertunjukan, dan Forum Dialog….